Pemkot Komitmen Pantau Sekolah Tatap Muka, Disdikbud Bakal Rutin Evaluasi

Apr 19, 2021 20:47
Wali Kota Malang Sutiaji, saat melakukan pemantauan pelaksanaan hari pertama pembelajaran tatap muka didampingi Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana (kiri). (Foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji, saat melakukan pemantauan pelaksanaan hari pertama pembelajaran tatap muka didampingi Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana (kiri). (Foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Malang telah mulai dilaksanakan di sekolah-sekolah sejak Senin (19/4/2021). Pemkot Malang pun  berkomitmen untuk memantau pelaksanaan PTM agar berjalan  lancar dan terbebas dari bayang-bayang covid-19.

Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan,  sekolah yang tidak benar-benar serius dalam menerapkan protokol kesehatan, tentunya akan ditutup dan tidak diperkenankan melakukan PTM. "Kalau sekolah tidak menerapkan protokol kesehatan tentunya tidak boleh buka," ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, penerapan protokol kesehatan ini harus benar-benar menjadi perhatian. Sebab, hal ini merupakan upaya dalam mencegah penyebaran covid-19 dil lingkungan sekolah. Sehingga, dengan kedisiplinan sekolah dalam menerapkan protokol kesehatan, penerapan PTM bisa berjalan dengan lancar tanpa adnaya kasus covid-19. 

'Karena ini berkaitan nyawa manusia, bukan hanya kualitas pendidikan. Bukan hanya efektivitas pembelajaran, tapi kaitannya nyawa orang lain," tandas Sutiaji.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana menambahkan, dalam penerapan PTM, pihaknya akan rutin melakukan evaluasi. Evaluasi tersebut akan dilakukan setiap hari untuk benar-benar memantau penerapan PTM aman dari ancaman covid 19.

"Pengawas akan kami kumpulkan untuk evaluasi. Setiap hari ada evaluasi. Utamanya adalah minggu terakhir nanti (hari Jumat) akan kami evaluasi," ucapnnya.

Sementara itu, dari hasil pantauan wali kota Malang bersama Disdikbud Kota Malang dan Komisi D DPRD Kota Malang di beberapa sekolah, memang masih dijumpai penerapan protokol kesehatan yang belum sesuai. 
Misalnya penerapan pembelajaran menyanyi di salah satu SD yang dipantau. 

Di situ, wali kota Malang mendapati pembelajaran yang dilakukan kurang sesuai dengan protokol kesehatan. Yakni baik  guru dan juga siswa menurunkan masker saat pelajaran menyanyi.

Dari situ, wali kota Malang kemudian memberikan arahan agar dalam pelajaran menyanyi maupun mengaji, para guru maupun para siswa bisa menggunakan faceshield. Hal ini tentunya sebagai upaya dalam pencegahan penyebaran covid-19.

Selian itu, wali kota memberikan arahan terkait mekanisme atau alur ketika siswa masuk ke sekolah.  Sutiaji menjelaskan agar terlebih dulu melakukan melakukan pengukuran suhu dengan termogun sebelum akhirnya melakukan cuci tangan.

 Kepulangan para siswa saat usai melakukan PTM juga menjadi perhatian wali kota Malang. Sutiaji menekankan agar dalam jadwal kepulangan para siswa diatur sedemikian rupa agar tidak menimbulkan kerumunan.

Topik
pembelajaran tatap mukaSekolah Tatap MukaPemkot MalangDisdikbud Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru