Manfaatkan Limbah Triplek, Thomas Hasilkan Karya Miniatur Mobil hingga Eskavator

Apr 18, 2021 13:57
Contoh miniatur mobil yang terbuat dari limbah triplek garapan Thomas saat ditampilkan di Balai Kota Malang beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)
Contoh miniatur mobil yang terbuat dari limbah triplek garapan Thomas saat ditampilkan di Balai Kota Malang beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Berbagai macam terobosan dalam memanfaatkan limbah terus dilakukan oleh masyarakat. Salah satunya yang dilakukan oleh Thomas Boyke Eko Purnomo (50) yang melakukan terobosan dengan memanfaatkan limbah triplek menjadi karya seni miniatur mobil hingga eskavator.

Miniatur yang dihasilkan dari tangan kreatif Thomas pun cukup detail menggambarkan bentuk miniatur mobil hingga eskavator. Mulai dari eksterior sampai interior yang semuanya terbuat dari limbah triplek.

Hal ini pun membuat bahan baku yang berasal dari limbah triplek dan tidak bernilai ekonomis, di tangan Thomas dapat menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis tinggi serta nilai kreativitas yang tinggi.

Thomas pun kemudian membeberkan awal mula dirinya terjun dalam pembuatan kerajinan tangan yang terbuat dari limbah triplek tersebut yang berawal dari keinginannya untuk membeli mobil pribadi.

"Mulanya saya belajar membuat miniatur sejak tahun 2005. Sebenarnya awalnya itu cuma iseng aja membuat miniatur. Karena saya dulu kan supir dan ingin punya mobil sendiri. Dari pada tidak punya mobil sama sekali, lebih baik saya buat mobil miniatur," ungkapnya kepada MalangTIMES.com, Minggu (18/4/2021).

Lanjut Thomas bahwa pada proses pembuatan miniatur mobil dan eskavator dari limbah triplek tersebut juga tidak mudah. Karena sedikit banyak harus memahami bentuk miniatur mobil dan eskavator yang akan dibuat. Lalu juga harus dapat membuat pola dan lekukan pada bagian-bagian kendaraan.

"Prosesnya lumayan rumit. Satu buah miniatur bisa sampai 2 minggu. Kalau yang mudah sekitar seminggu lah, tapi juga ada yang hingga 2 minggu," ujarnya.

Selain itu, pada awal-awal Thomas memulai mengolah limbah triplek menjadi miniatur mobil dan eskavator, dirinya pernah menghabiskan lima lembar triplek untuk membuat satu karya.

"Saya pernah menghabiskan lima lembar triplek hanya untuk membuat satu karya diawal. Namun dengan semangat pantang menyerah dan kerja keras, akhirnya kini sudah mulai lihai dalam membuat kerajinan minatur," tuturnya.

Untuk proses yang lumayan menguras energi, waktu dan pikiran untuk membuat miniatur mobil dan eskavator, Thomas pun membanderol harga bervariasi. Hal itu tergantung kesulitan dalam penggarapan miniatur mobil dan eskavator.

"Ya kan tergantung ukuran dan tingkat kesulitan pembuatannya. Saya banderol karya saya dengan harga mulai Rp 500 ribu sampai Rp 5 juta untuk satu unit miniatur," terangnya.

Sementara itu, selain melakukan terobosan dalam mengolah limbah triplek, Thomas mengatakan bahwa dirinya pernah membuat sebuah miniatur eskavator yang masuk dalam perlombaan di tingkat Nasional.

"Dari sekitar 300 orang karya saya masuk dalam 25 besar. Miniatur ini adalah hobi saya dan dari hobi ini juga menjadi rejeki saya. Dari limbah menjadi berkah," tutupnya.

Topik
Limbah TriplekThomas Boyke Eko PurnomoMiniatur mobilharga karya miniaturmodus cod

Berita Lainnya

Berita

Terbaru