Ilustrasi.Tawuran Mahasiswa (Foto: googleimage)
Ilustrasi.Tawuran Mahasiswa (Foto: googleimage)

MALANGTIMES - Pasca tawuran yang terjadi antara mahasiswa asal Ambon Vs mahasiswa asal Flores di halaman Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) Jumat (20/11/2015) malam, pihak kampus menyatakan akan melakukan kajian serta pembinaan terhadap pelaku tawuran.

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

Rektor Unikama, Dr Pieter Sahertian MSi mengatakan ia akan memberikan pembinaan dalam waktu dekat.

"Ya sosialisasi dulu. Akan diberikan pengarahan bahwa tindakan-tindakan mereka salah. Pembinaan akan dilakukan secara intensif," ujarnya kepada MALANGTIMES

Sebenarnya, lanjut Pieter pihak kampus telah memberikan sosialisasi sebelum mahasiswa ini mengikuti proses perkuliahan.

Sosialisasi tersebut juga mengarahkan terkait aturan nilai dan norma dimasyarakat Kota Malang. Namun sangat disayangkan, emosi pelaku tawuran yang kebanyakan mahasiswa semster 1 dan 2 ini masih labih. Sehingga sulit dikendalikan.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

Pieter juga menambahkan kedua belah pihak sudah dipertemukan dan berdamai. Sebab setelah tawuran semalam, para pelaku langsung diamankan oleh pihak kepolisian di ruang perkuliahan.

Mediasi antar kedua kubu berlangsung hingga pukul 00:00 WIB. "Kedua pihak sudah bersalaman dan berpelukan juga kok," tambah Pieter. 

Sampai saat ini, pihak kampus dan kepolisian terus melakukan kajian terkait kasus ini. Belum diketahui korban jiwa atau pu kerugian akibat tawuran yang berlangsung kurang lebih satu jam ini. (*)