Keterlaluan: Tertidur Lelap, Tas Seorang Tunawisma Dicuri

Apr 17, 2021 18:19
Lokasi pencurian tas milik seorang tunawisma di depan pelataran salah satu toko yang berada di Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Sabtu (17/4/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Lokasi pencurian tas milik seorang tunawisma di depan pelataran salah satu toko yang berada di Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Sabtu (17/4/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMIS - Kasus pencurian di tengah bulan suci Ramadan 1442 Hijriah masih saja terjadi. Mirisnya, pencurian bahkan harus dialami seorang tunawisma yang sedang tertidur lelap di depan pelataran sebuah toko Jalan Borobudur, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Menurut salah seorang saksi mata, yakni Susan, pencurian tas  berisi uang Rp 9 juta milik tunawisma tersebut berlangsung pada Rabu (14/4/2021) sekitar pukul 19.20 WIB. Susan pun menjelaskan kronologi pencurian.

"Korban memang sering beristirahat di pelataran ruko ini, menunggu suami yang bekerja sebagai pengemudi becak di Pasar Blimbing hingga larut malam. Saat kejadian itu terjadi, korban sedang tertidur lelap," ungkapnya kepada MalangTIMES.com, Sabtu (17/4/2021).

Saat tunawisma tersebut dalam kondisi tertidur lelap, pencuri datang dari arah Pasar Blimbing. Sebelum beraksi melakukan pencurian,  tampaknya pencuri tersebut terlebih dahulu memperhatikan situasi dan kondisi sekitar.

"Pelaku memang sudah berlagak mencurigakan. Sejak mencoba mendekati pelataran ruko tempat korban beristirahat. Tetapi saat itu saya tidak berpikir bahwa pelaku akan bertindak nekat seperti itu," ungkapnya.

Menurut Susan, pencuri tersebut hanya butuh waktu sekitar 3 menit untuk memastikan situasi dan kondisi lokasi kejadian dianggap aman. Sebab, saat tunawisma tersebut tertidur, posisi tas berada diatas kursi.

"Posisi tas korban waktu itu diletakkan di kursi. Sedangkan korban tertidur di lantai. Pelaku hanya butuh waktu sekitar tiga menit untuk mengamati kondisi. Begitu dirasa aman, pelaku langsung menggondol tas milik korban dan kabur," jelasnya.

Sekitar pukul 21.00 WIB,  tunawisma tersebut bangun  dan baru menyadari bahwa tas miliknya yang berisi uang tunai Rp 9 juta telah hilang. "Korban sempat meminta tolong kepada warga sekitar. Korban ngomong bahwa di dalam tas tersebut ada KTP, surat nikah, dan uang sekitar Rp 9 juta yang rencananya akan digunakan untuk pulang kampung. Namun hasil pencarian warga sekitar, pelaku sudah tidak ada," kata Susan.

Sementara itu, hingga sampai saat ini korban masih belum melaporkan kejadian pencurian tas tersebut kepada pihak kepolisian setempat. "Sepertinya korban belum melaporkan ke polisi. Karena hingga saat ini, belum ada anggota polisi yang datang ke lokasi kejadian," pungkasnya.

Topik
Pencurian TasLarang jual petasan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru