DPRD Kota Malang Cek Kesiapan Sekolah Tatap Muka

Apr 17, 2021 16:42
Anggota DPRD Kota Malang sekaligus Sekretaris Komisi D Rokhmad saat melakukan pengecekan kesiapan sekolah dengan metode pembelajaran tatap muka di tengah pandemi covid-19. (Foto: Istimewa)
Anggota DPRD Kota Malang sekaligus Sekretaris Komisi D Rokhmad saat melakukan pengecekan kesiapan sekolah dengan metode pembelajaran tatap muka di tengah pandemi covid-19. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Mendekati uji coba pelaksanaan sekolah tatap muka di tengah pandemi covid-19 pada  19 April 2021, DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Malang melakukan cek kesiapan di beberapa sekolah.

Salah satunya dilakukan Sekretaris Komisi D DPRD Kota Malang  Rokhmad. Dia melakukan pengecekan kesiapan  di dua sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Sukun secara langsung, yakni SDN Bandungrejosari 03 Sukun dan SD Plus Qurrota A'yun Gadang.

"Saya Kamis pagi kemarin, sambil jalan pagi, sidak melihat kesiapan sekolah tatap muka yang akan dimulai 19 April. Mulai tempat cuci tangan, thermogun, pengecekan suhu, penggunaan masker, dan jaga jarak," ungkapnya, Sabtu (17/4/2021).

Di dua sekolah yang dikunjungi, politikus PKS itu mengaku senang karena penerapan protokol kesehatan dijalankan dengan baik. "Alhamdulillah saya senang sekolah menerapkan protokol kesehatan. Terlebih lagi guru-gurunya juga sudah divaksin," ujarnya.

Rokhmad menyampaikan, jika terdapat guru-guru yang belum mendapatkan suntikan vaksin, diharapkan segera melapor kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang agar didata serta dapat mendapatkan suntikan vaksin.

Selain itu, Rokhmad setuju dan mendukung adanya Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang Nomor 15 Tahun 2021 tentang dimulainya uji coba pelaksanaan sekokah tatap muka. Dia turut prihatin, selama  diterapkan metode pembelajaran daring (dalam jaringan) atau berbasis online, para orang tua, anak-anak, guru-guru merasa rindu sekali untuk melakanakan pembelajaran tatap muka seperti kondisi sebelum covid-19.

"Karena pandemi, hampir satu tahun belajar lewat daring atau BDR (belajar dari rumah). Oleh karena itu, anak-anak, orang tua dan guru di samping menjaga protokol kesehatan, maka pada memontum Ramadan, mari banyak berdoa kepada Allah. Insya Allah wabah ini segera hilang dari Kota Malang dan Indonesia. Kita kembali hidup normal dalam suasana bahagia," ungkapnya.

Sementara itu, seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Suwarja mengatakan simulasi sekolah tatap muka telah dilaksanakan pada 15 April 2021 untuk kelas 6 SD. Sedangkan siswa SD kelas 1 sampai 5 akan dijadwalkan serentak dengan simulasi sekolah tatap muka siswa SMP pada 19 April 2021.

Teknisnya sendiri, menurut Suwarjana, nanti setiap kelas akan diatur jadwal masuk sekolah tatap muka. Sehingga, semua siswa tetap masuk secara bersamaan dengan dibagi di kelas berbeda dalam satu kelas.

Misalnya, untuk siswa SD dengan jumlah 6 kelas, maka dalam satu minggu akan dibagi. Tiga hari pertama untuk siswa kelas 1, 2 dan 3. Kemudian 3 hari selanjutnya giliran siswa kelas 4, 5, dan 6. Begitu pula dengan siswa SMP, di mana akan dilakukan penjadwalan yang sama. Seperti kelas 7 di dua hari pertama, kemudian dilanjutkan siswa kelas 8 untuk 2 hari berikutnya dan siswa kelas 9 di dua hari setelahnya.

Selain itu, tak lupa dalam pelaksanaan sekolah tatap muka juga terdapat persyaratan. Dikatakan Suwarjana bahwa siswa harus mendapatkan izin  orang tua. Setelahnya, barulah setiap sekolah nanti mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dan Satgas Covid-19.

Topik
uji coba sekolah tatap mukaSekolah Tatap Muka

Berita Lainnya

Berita

Terbaru