Tingkatkan Kualitas Susu, Koperasi SAE Terima Kucuran Rp 12 Miliar dari Kemenkop UKM

Apr 17, 2021 16:29
Menkop UKM Teten Masduki didampingi Ketua Koperasi SAE Pujon H Abdi Swasono meninjau kandang milik Koperasi SAE Pujon, Jumat (16/4/2021) kemarin. (Foto istimewa)
Menkop UKM Teten Masduki didampingi Ketua Koperasi SAE Pujon H Abdi Swasono meninjau kandang milik Koperasi SAE Pujon, Jumat (16/4/2021) kemarin. (Foto istimewa)

BATUTIMES - Demi mengutamakan serta meningkatkan kualitas produk susu, Koperasi Sinau Andandani Ekonomi (Kop SAE) Pujon, Kabupaten Malang, menerima alokasi dana dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUKM) Kemenkop UKM sebesar Rp 12 miliar.

Ketua Koperasi SAE Pujon H Abdi Swasono mengatakan, dari pendanaan tersebut, pihaknya akan menggunakannya untuk beberapa program. Yakni, meningkatkan kualitas pakan ternak sebesar Rp 7,5 miliar, pengembangan kafe susu perah Rp 3,5 miliar, dan Rp 1,5 miliar untuk peremajaan bibit.

"Ini merupakan pinjaman dengan jangka waktu lima tahun. Setiap tahun bunganya 3 persen. Semoga pengembangan produksi susu, pakan, hingga pembibitan sapi perah berjalan dengan lancar," ujarnya, Sabtu (17/4/2021)

Di sisi lain, Kop SAE Pujon mencatat torehan prestasi dengan mencetak keuntungan sebesar Rp 3,6 miliar pada 2020. Mayoritas  keuntungan merupakan hasil dari produksi susu sapi.

"Pada masa pandemi itu, banyak perusahaan yang keuntungannya menurun. Namun, Kop SAE Pujon mampu meraih keuntungan Rp 3,6 miliar," ujarnya.

Diketahui, produktivitas satu ekor sapi perah di Kecamatan Pujon hanya mampu 11 liter per hari. Mestinya, angka produktif per ekor sapi memproduksi susu 15-20 liter per hari.

Penyerahan bantuan yang dilakukan di gedung KOP SAE Pujon, Jumat (16/4/2021) kemarin itu juga dihadiri Menkop UKM Teten Masduki. Teten mengatakan, sesuai instruksi presiden, pihaknya ingin memperkuat koperasi sektor pangan sebagai upaya memperkuat kedaulatan pangan.

"KOP SAE Pujon ini memerlukan revitalisasi, modernisasi produksi dengan ekosistem yang lebih kuat. Bahkan Kop SAE Pujon akan dijadikan pilot project koperasi di sektor pangan," ujarnya.

Dari hasil diskusi dengan pengurus, yang dibutuhkan Kop SAE Pujon di antaranya peremajaan indukan sapi yang lebih produktif. Sehingga butuh pembiayaan untuk pembesaran pedet.

"Nantinya dana tersebut juga digunakan koperasi untuk membeli pedet dari petani langsung. Jadi, bukan hanya hasil produksi susu," kata Teten.

Topik
aakMenkop UKMKoperasi SusuProduksi Susu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru