Perekonomian di Malang Raya Membaik, UMKM dan Pariwisata Pemicunya

Apr 16, 2021 14:23
Pameran produk-produk UMKM Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Pameran produk-produk UMKM Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Perekonomian di Kota Malang berangsur membaik di triwulan pertama tahun 2021. Hal itu disampaikan oleh Analis Pengembangan UMKM Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang Yon Widiono. 

Yon mengatakan, data pertumbuhan ekonomi di Malang Raya selama triwulan pertama di tahun 2021 ini telah menunjukkan iklim positif. Yaitu, di angka 3,68 sampai 4,68 persen. Di mana angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2020 yang berada -2,68 persen.

Adapun, kontribusi penyumbang kenaikan pertumbuhan ekonomi itu paling besar dari sektor industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, pertanian, perikanan dan teknologi informasi. "Selama masa pandemi ini saja, banyak orang memanfaatkan teknologi untuk bekerja atau sekolah secara daring di rumah," katanya. 

Yon menambahkan, indikator geliat pertumbuhan ekonomi tersebut, salah satunya terlihat dari pertumbuhan kredit hingga bulan Maret 2021. Di mana, telah mencapai angka 3,26 persen. Nah, kunci kebangkitan perekonomian ini dikatakannya salah satunya dengan adanya program vaksinasi Covid-19 yang tengah berjalan saat ini. 

Pasalnya, dengan semakin banyaknya masyarakat yang menjalani vaksinasi, perlahan sejumlah sektor perekonomian mulai dilonggarkan. Hal ini pula yang diharapkan mampu mendongkrak perekonomian di wilayah Malang Raya dalam masa pemulihan ekonomi nasional. "Kunci kebangkitan ekonomi ini salah satunya vaksinasi. Nantinya, bisa menjadi game changer dalam geliat ekonomi," imbuhnya.

Lebih jauh, ada beberapa sektor ekonomi di Malang Raya yang juga ikut menjadi prioritas dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi. Di antaranya, industri dan perdagangan, pariwisata, ekonomi kreatif, investasi.

Yang mana, menurut dia, masing-masing daerah baik Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang memiliki konsep strategi berbeda dalam upaya pemulihan perekonomian tersebut.

"Untuk Kota Malang, modal SDM dan komunitas ekosistem kreatif. Serta, program wisata halal yang bisa teralisasi. Kabupaten Malang, dengan terus menjaga kesinambungan untuk memberikan insentif bagi pelaku UMKM. Sedangkan Kota Batu, pemulihan pariwisata, UMKM dan pertanian," pungkasnya. 

Lebih jauh, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang Sugiarto Kasmuri menambahkan, optimisme pertumbuhan ekonomi di Malang Raya dipengaruhi oleh beberapa faktor. Seperti, konsumsi pengeluaran pemerintah dan ekspor impor.

Sehingga, sektor-sektor inilah diharapkan ke depannya semakin berkembang. Salah satunya, melalui penguatan potensi UMKM di setiap daerah. Apalagi, lembaga keuangan OJK, BI bersinergi dengan pemerintah membuat kebijakan dalam rangka stabulisasi sistem ekonomi.

"Itu yang membuat optimis. Pertumbuhan kredit bagi UMKM cukup besar, kami juga memberikan keringanan pelaku UMKM dalam membayar kredit. Sehingga, diharapkan, pertumbuhan ekonomi bisa terus membaik," ungkapnya.

Topik
suagiarto kasmuri Sugiarto Kasmuriperekonomian malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru