Jelang Lebaran, Begini Pengaturan Teknis Penyekatan di 7 Titik Wilayah Jawa Timur

Apr 16, 2021 11:29
Petugas dari Satlantas Polres Malang saat melakukan pemeriksaan terhadap penumpang dari luar wilayah Malang. (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES)
Petugas dari Satlantas Polres Malang saat melakukan pemeriksaan terhadap penumpang dari luar wilayah Malang. (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Menjelang lebaran Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan melarang masyarakat untuk melakukan mudik lebaran. Hal itu direspon oleh Polda Jawa Timur dengan melakukan penyekatan jalur lalu lintas di 7 titik perbatasan Provinsi Jawa Timur.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh JatimTIMES.com bahwa 7 titik penyekatan di perbatasan Provinsi Jawa Timur. Di antaranya yakni perbatasan Tuban-Rembang, perbatasan Bojonegoro-Cepu, perbatasan Ngawi Mantingan-Sragen, perbatasan Magetan-Karanganyar, perbatasan Pacitan Donorejo-Wonogiri, perbatasan Jalur Tol Ngawi-Solo dan perbatasan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi-Gilimanuk Bali.

Dari 7 titik penyekatan di perbatasan Provinsi Jawa Timur terdapat beberapa pengaturan teknis yang akan dilakukan oleh petugas kepolisian Lantas dan Sabhara dengan dibantu aparat gabungan dari unsur TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Satgas Covid-19 dan BPBD.

Untuk di titik pertama perbatasan Tuban-Rembang dengan 60 personel gabungan saat arus mudik kendaraan dari arah Jawa Tengah diberhentikan di depan RM. Wahyu Utama oleh petugas Pos Penyekatan Jatim Tateng. Lalu dilakukan pemeriksaan terkait maksud tujuan bepergian dan pemeriksaan kondisi penumpang yang berada di dalamnya. Setelah itu petugas mengimbau para penumpang kendaraan untuk kembali dan tidak bepergian.

Saat arus balik kendaraan dari arah Jawa Timur diberhentikan di depan RM. Asri oleh petugas pos penyekatan Jatim Tateng, lalu diperiksa maksud, tujuan dan kesehatan bagi penumpang. Serta petugas mengarahkan untuk para penumpang kembali dan tidak bepergian.

Untuk titik kedua perbatasan Bojonegoro-Cepu dengan 56 personel gabungan saat arus mudik, arus lalu lintas dari Cepu-Blora menuju Bojonegoro diputar balik depan Mako Koramil Padangan. Mekanisme rekayasa diterapkan khusus pada kendaraan penumpang R4 dan R2 dari wilayah luar Jawa Timur. Kesiapan kendaraan Dinas Polri dan Ambulans pada lokasi check point. Lalu juga dilakukan pemeriksaan penumpang terkait masker, penempatan duduk dan thermo gun.

Saat arus balik arus lalu lintas dari Bojonegoro menuju Cepu-Blora diputar balik di bundaran Pasar Tugu Cepu. Mekanisme rekayasa dilaksanakan petugas pos check point padangan bersama petugas check point Cepu melakukan koordinasi melalui alat komunikasi. Dan lokasi bundaran tugu Pasar Cepu berada sekitar 1,4 kilometer dari pos check point Padangan.

Untuk titik ketiga di perbatasan Ngawi Mantingan-Sragen dengan 42 personel saat arus mudik dilakukan pengalihan arus lalu lintas dari arah Sragen menuju Ngawi melalui jalur Widodaren diputar balik menuju arah Sragen. Penutupan arus lalu lintas dengan water barrier dari arah Jawa Tengah. Peningkatan patroli wilayah polsek yang miliki akses jalan penghubung ke wilayah Jawa Tengah dan dilakukan penutupan.

Saat arus balik pengalihan arus lali lintas dari Ngawi menuju Jawa Tengah melalui jalur Widodaren-Kedunggalar-Paron-Ngawi. Penutupan arus lalu lintas dengan water barrier dari arah Jawa Tengah. Dilakukan patroli wilayah polsek yang terdapat jalan penghubung ke wilayah Jawa Tengah dan dilakukan penutupan.

Untuk titik keempat perbatasan Magetan-Karanganyar dengan 38 personel saat arus mudik arus lalu lintas dari arah Karanganyar menuju Magetan diputarbalik di perbatasan. Penyemprotan desinfektan pada kendaraan dan penumpang. Memeriksa atau deteksi awal dengan pengukur suhu tubuh penumpang dan mengamankan apabila ditemukan penumpang tanda-tanda awal dan berkoordinasi dengan petugas kesehatan.

Saat arus balik arus lalu lintas dari arah Magetan menuju Karanganyar diputarbalik di perbatasan. Lalu penyemprotan desinfektan pada kendaraan dan penumpang serta pemeriksaan suhu tubuh penumpang.

Untuk titik kelima di perbatasan Pacitan Donorejo-Solo dengan 23 personel saat arus mudik arus lalu lintas dari arah Solo ke Pacitan akan diputarbalikkan di perbatasan. Pengecekan penumpang yang masuk ke wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Pengalihan arus putar balik di perbatasan dan penyemprotan desinfektan kepada kendaraan dan penumpang.

Saat arus balik arus lalu lintas dari Pacitan-Solo diputar balik di perbatasan. Dilakukan pengecekan bagi penumpang yang masuk ke wilayah Kabupaten Pacitan. Pengalihan arus putar balik di perbatasan dan penyemprotan desinfektan kepada penumpang maupun kendaraan.

Untuk titik keenam di Jalur Tol Ngawi-Solo dengan 42 personel saat arus mudik kendaraan yang masuk Jawa Timur diarahkan melewati pos screening, apabila bertujuan mudik maka akan dikembalikan ke Jawa Tengah dengan melaksanakan swab antigen. Bila positif akan diserahkan ke Satgas Covid-19.

Saat arus balik, kendaraan yang keluar dari Jawa Timur ke arah Jawa Tengah harus melewati pos screening. Apabila bertujuan untuk balik akan dikembalikan ke arah Ngawi dengan melaksanakan swab antigen dan jika positif diserahkan ke Satgas Covid-19.

Untuk titik ketujuh di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi dengan 62 personel saat arus mudik dan arus balik akan ditempatkan personel di Pelabuhan Ketapang. Koordinasi dengan ASDP Gilimanuk Bali agar tidak memberangkatkan kapal ke Jawa. Pengamanan antisipasi kepadatan jalur lalu lintas, penyiapan kantong-kantong parkir, penyemprotan desinfektan kepada kendaraan penumpang, pemeriksaan penumpang kendaraan umum terkait SOP Covid-19, sosialisasi dan imbauan agar tidak bepergian dan pelaksanaan tugas terbagi tiga regu dalam 12 jam.

Sebelumnya Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta menuturkan, saat melakukan peninjauan di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi bahwa pihaknya ingin memastikan jalur penumpang benar-benar menerapkan protokol kesehatan. "Pengecekan jalur penumpang untuk memastikan penerapan protokol kesehatan, pengecekan kelayakan kapal dan pengecekan pos penyekatan," ujarnya.

Lanjut Nico bahwa nantinya akan terus dilakukan sosialisasi dan imbauan secara masif kepada masyarakat agar dapat mengetahui informasi terkait penyekatan lebih awal. "Dilaksanakan sosialisasi secara masif terkait giat penyekatan yang akan dilaksanakan di Jawa Timur agar masyarakat mengetahui lebih awal," pungkasnya.

Topik
Pengatur Lalu Lintas di Kota Malangprestige image motorcars

Berita Lainnya

Berita

Terbaru