Kaur Keuangan Bulukerto Ditetapkan Tersangka Korupsi APBDesa, Kerugian Negara Rp 338 Juta

Apr 15, 2021 17:17
Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu tetapkan Kepala Urusan (Kaur) Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu berinsial FP sebagai tersangka kasus Tindak Pidana Korupsi (TPK) terkait APBdes tahun 2020 di Kantor Kejari Batu, Kamis (15/4/2021) (foto Mariano Gale/Jatim Times)
Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu tetapkan Kepala Urusan (Kaur) Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu berinsial FP sebagai tersangka kasus Tindak Pidana Korupsi (TPK) terkait APBdes tahun 2020 di Kantor Kejari Batu, Kamis (15/4/2021) (foto Mariano Gale/Jatim Times)

BATUTIMES - Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu tetapkan Kepala Urusan (Kaur) Keuangan Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu berinsial FP sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi (TPK) terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBdesa) tahun 2020 yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD). APBDesa yang diduga dikorupsi pelaku mencapai kisaran Rp 338 juta.

Kajari Kota Batu Supriyanto menjelaskan, pihaknya tengah melakukan tindakan penyidikan dugaan tindak pindana korupsi pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja desa tahun anggaran 2020 di Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

"Setelah diterbitkan surat perintah penyidikan, tim penyidik tengah melakukan penyelidikan dan melakukan pemeriksaan para saksi. Kemudian, mengumpulkan alat bukti berupa surat maupun barang bukti. Juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengumpulkan alat bukti atas dugaan tindak korupsi," ujarnya, Kamis (15/4/2021).

Ada 30 saksi yang telah diperiksa. Berdasarkan hasil penyidikan, maka telah ditemukan adanya dugaaan peristiwa tindakan korupsi dan menetapkan FP sebagai tersangka.

"FP sebagai Kaur Keuangan dan merangkap Bendahara mulai tanggal15 April 2021 ditahan dengan jenis penahanan rutan di lapas. Selanjutnya, tim penyidik akan menyelesaikan dan menuntaskan berkas perkara ini, karena sudah ditetapkan tersangka. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, segera bisa dilimpahkan ke pengadilan," ujarnya.

Penyidikan itu, berawal terkait pengelolaan keuangan Desa Bulukerto tahun 2020 dan dilakukan pulbaket dan puldata intelejen mencari peristiwa. Setelah ada peristiwa, hukuman itu dilimpahkan ke pidsus. Dan betul ada dugaan TPK. Kemudian naik ke tahap penyidikan untuk kumpulknan alat bukti sebanyak-banyaknya.

"Sehingga membuat terang tindak pidana dan menemukan siapa tersangka dan pelakunya. Hasil penyidik dan laporan penyidik yang harus tanggung jawab inisal FP," ujarnya.

Terhadap perkara tersebut, penyidik memberikan sangkaan kepada FP melanggar Pasal 2 ayat 1 UUD No 31 tahun 99 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana dirubah UUD tahun 2020/2021. "Berdasarkan hasil audit dari tim audit. Diketemukan kerugian negara Rp 338 juta," tandasnya.

Topik
Kejaksaan Negeri Batukomunitas sepeda onthel kertosariKecamatan BumiajiKota BatuTindak Pidana KorupsiHadang Radikalisme

Berita Lainnya

Berita

Terbaru