Raih Penghargaan Terbaik Kedua PPD, Kota Malang Bakal Optimalkan Digitalisasi

Apr 15, 2021 15:58
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (tengah) saat menyerahkan penghargaan PPD kepada Wali Kota Malang Sutiaji (paling kanan) dalam Musrenbang RKPD Provinsi Jawa Timur Tahun 2022, di Ballroom Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis (15/4/2021). (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (tengah) saat menyerahkan penghargaan PPD kepada Wali Kota Malang Sutiaji (paling kanan) dalam Musrenbang RKPD Provinsi Jawa Timur Tahun 2022, di Ballroom Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis (15/4/2021). (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

MALANGTIMES- Torehan prestasi kembali diraih oleh Kota Malang. Kali ini, kota pendidikan ini berhasil meraih predikat terbaik kedua kategori kota untuk Penghargaan Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD) Terbaik Kabupaten / Kota Tingkat Provinsi Jawa Timur.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa secara khusus menyerahkan penghargaan tersebut kepada Wali Kota Malang Sutiaji bersamaan dengan pelaksanaan Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2022, di Ballroom Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis (15/4/2021).

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan penghargaan yang ditorehkan tersebut menjadi salah satu motivasi bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk terus melaksanakan pembangunan secara terarah di wilayah Kota Malang. Di mana, hal itu akan terbangun dengan kolaborasi pentahelix (pemerintahan, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media).

"Tentu peran serta berbagai pihak yang selama ini kita kolaborasikan secara pentahelix menjadi wujud sinergitas yang terbangun selama ini," ujarnya.

Ke depan, kata Sutiaji, sejalan dengan apa yang telah diinstruksikan oleh Gubernur Jawa Timur, Kota Malang akan terus melakukan inovasi-inovasi dalam pembangunan daerah. Salah satunya, melalui percepatan perluasan digitalisasi di berbagai sistematika pelayanan publik.

Hal ini pula, dijelaskan Sutiaji, untuk memudahkan serta menjamin masyarakat agar dapat memperoleh pelayan prima dari pemerintah daerah. Seperti, peningkatan transaksi non tunai di Kota Malang.

"Meskipun di Kota Malang beberapa pasar dan pusat perbelanjaan telah menerapkan sistem pembayaran non tunai, namun di berbagai bidang lainnya juga akan kita laksanakan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakatnya untuk melakukan sistem non tunai," tandasnya.

Lebih jauh, dalam kesempatan ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, forum Musrenbang menjadi bagian dari upaya menyelaraskan program kegiatan pembangunan yang direncanakan di daerah. Di mana, dalam pelaksanaannya diharapkan tetap mengedepankan prinsip-prinsip yang mendorong tercapainya keserasian, efektivitas dan efisiensi pemanfaatan sumber pendanaan pembangunan daerah.

"Program atau kegiatan dari Kabupaten/Kota yang diusulkan ke Pemerintah Provinsi telah dibahas pada desk Pra Musrenbang Provinsi Jatim. Kami harap RKPD kab/kota dapat berseiring dengan RKPD Provinsi dan RKP pemerintah pusat," ungkapnya.

Topik
Kota MalangKota PendidikanrusminGubernur Khofifah Indar ParawansaWali Kota Malang SutiajiPemerintah Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru