Kampung Pitu, Desa Mistis Lebih Tertutup Dibanding Pemukiman Badui Dalam

Apr 15, 2021 13:11
Kampung Pitu (Foto: Suara)
Kampung Pitu (Foto: Suara)

INDONESIATIMES- Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki beberapa wilayah yang cukup unik. Salah satunya yakni Kampung Pitu atau desa mistis yang lebih tertutup dibanding pemukiman badui dalam. 

Kampung Pitu terletak di Kelurahan Nglanggeran, Kapanewon Patuk. Sesuai namanya, kampung tersebut hanya ditinggali oleh 7 kepala keluarga. 

Kampung Pitu yang berada di sekitar puncak Gunung Api Purba Nglanggeran, hingga kini masih memegang teguh kepercayaan agar tidak dihuni oleh lebih atau kurang 7 kepala keluarga. Melansir melalui tayangan TikTok @officialgtvid, sebagian warga percaya jika ada kekuatan magis yang membuat Kampung Pitu hanya bisa dihuni oleh 7 kepala keluarga. 

Kekuatan magis yang dipercaya di kampung itu, membuat banyak orang yang merasa dirinya sakti ingin tinggal di tempat tersebut agar mereka bisa mengukur seberapa kuat mereka. Namun, tetap saja hanya orang-orang pilihan alam yang dapat tinggal hingga saat ini di kampung tersebut. 

Selalu banyak cobaan bagi warga yang ingin menempati dan mendiami tempat tersebut. Sehingga yang tertinggal hanya 7 kepala keluarga saja. 

Setiap kali ada keluarga lain yang masuk dan ingin bertempat tinggal, orang tersebut selalu mengalami musibah. Misalnya sakit berat hingga berujung kematian. 

Oleh sebab itu, selalu ada alasan yang membuat Kampung Pitu ini hanya dihuni 7 keluarga. Seolah ada yang mengatur untuk tetap seperti itu. 

Pantangan lain yang ada di Kampung Pitu yakni menggelar pertunjukan wayang. Apalagi dengan lakon Raden Ongkowijaya. 

Entah apa hubungan dengan dengan wayang dan lakon tersebut, warga desa banyak yang menyaksikan sendiri ketika kepala desanya menggelar wayang untuk memperingati ulang tahun salah satu warga menjadi tumbal dari pelaku misterius. Sebenarnya larangan wayangan ini tak hanya berlaku di Kampung Pitu, beberapa wilayah lain di dekat kampung tersebut juga tidak boleh meremehkan peraturan yang satu ini. 

Salah satu warga bernama Mbah Rejo menuturkan, jika memiliki niatan untuk melanggar pantangan, konon katanya tidak akan pulang dengan selamat. Tubuhnya, mungkin pulang namun nyawanya entah kemana. 

Saat ini warga di Kampung Pitu didominasi orang tua. Setelah selesai sekolah anak-anak muda di Kampung Pitu biasanya memilih untuk merantau dan tinggal di kota. 

Tak hanya kampungnya saja yang sakral, beberapa tempat di kampung tersebut juga dipercaya memiliki kekuatan magis. Kini jadi persawahan di sudut Kampung Pitu, dulunya area itu disebut sebagai telaga guyangan. 

Konon katanya, zaman dahulu telaga itu merupakan tempat untuk memandikan kuda sembrani yang merupakan kendaraan para bidadari. Bahkan jejak kaki kuda magis yang berkunjung ke telaga guyangan ini tercetak di tanah sekitar telaga. Bentuknya masih bisa terlihat cukup jelas karena kini telah menjadi batu.

Topik
peristiwa mistisrektor uin malang pro

Berita Lainnya

Berita

Terbaru