Anak-Anak Korban Gempa di Malang Dapat Trauma Healing dari Kemensos

Apr 14, 2021 20:32
Anak-anak korban gempa di Desa Majang Tengah saat menjalani trauma healing dari Kemensos RI. (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)
Anak-anak korban gempa di Desa Majang Tengah saat menjalani trauma healing dari Kemensos RI. (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Anak-anak di Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, mulai mendapatkan pemulihan psikis untuk menghilangkan trauma dan ketakutan akibat gempa.

Seperti diketahui, bencana alam berupa gempa berkekuatan 6,1 magnitudo pada Sabtu 10 April membuat wilayah Kabupaten Malang mengalami guncangan sangat kencang. Akibatnya  ribuan rumah mengalami kerusakan bervariasi, mulai ringan, sedang hingga berat.

Namun bukan hanya rumah yang terdampak. Kejiwaan atau psikis anak juga sangat penting diperhatikan mengingat saat kejadian gempa yang cukup keras itu, anak-anak juga ikut merasakan.

Pada momen trauma healing yang dilakukan oleh Satuan Bakti Kerja Sosial Kemensos RI, anak-anak diajak menggambar, bermain bola, dan sebagainya. Hal itu untuk menghindari traumatik yang dialami anak-anak.

“Ada beberapa anak yang memang merasakan takut paska-kejadian gempa kemarin,” ujar Juli Abidin, salah satu anggota Satuan Bakti Kerja Sosial Kemensos RI, Rabu (14/4/2021).

Saat ini, Juli mengaku baru ada 25 anak yang rata-rata di bawah 17 tahun di pengungsian yang ikut dalam trauma healing. Padahal pihaknya berharap semua anak mengikuti kegiatan tersebut agar melupakan kejadian gempa.

“Kegiatan ini meliputi pemulihan psikis agar mereka bisa kembali seperti biasa. Seperti menggambar dan bermain, supaya lupa kondisi yang sudah dialami lalu. Jika (ditemukan) indikasi yang berat, nanti ada konseling,” beber Juli.

Petugas Satuan Bakti Kerja Sosial Kemensos RI akan tetap berada di lokasi pengungsian untuk melakukan trauma healing dan menghibur anak-anak sampai nanti status bencana dinyatakan aman. “Kami harap anak yang ada di daerah sini (Majang Tengah) bisa ikut semua, karena pemulihan psikis terutama anak jadi fokus kami,” jelas dia.

Topik
opini dito ariefTrauma healingBerita Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru