Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Gelar Sekolah Menjahit, Berdayakan Perempuan agar Mandiri

Apr 14, 2021 18:25
Situasi para peserta saat mengikuti pelatihan Sekolah Menjahit yang digelar oleh Dinsos-P3AP2KB Kota Malang di SMKN 3 Kota Malang, Rabu (14/4/2021). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES)
Situasi para peserta saat mengikuti pelatihan Sekolah Menjahit yang digelar oleh Dinsos-P3AP2KB Kota Malang di SMKN 3 Kota Malang, Rabu (14/4/2021). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dinsos-P3AP2KB (Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) Kota Malang menggelar pelatihan Sekolah Menjahit bertempat di salah satu ruangan SMKN 3 Kota Malang, Rabu (14/4/2021).

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Ani Rahmawiyati mengatakan bahwa pelatihan Sekolah Menjahit digelar untuk memberikan bekal kepada para perempuan agar dapat mandiri dan berpenghasilan.

"Sekolah Menjahit ini digelar supaya para perempuan bisa mandiri, bisa menghasilkan untuk roda perekonomiannya dan mendapatkan penghasilan sendiri," ungkapnya kepada MalangTIMES.com.

Perempuan yang akrab disapa Ani ini melanjutkan bahwa dalam pelatihan Sekolah Menjahit tersebut diikuti oleh setidaknya 50 peserta yang diambil dari perwakilan 5 kecamatan yang ada di Kota Malang.

"Sekolah Menjahit di tahun 2021 ini sudah melaksanakan di tahap kedua. Tahap kesatu untuk latihan dasar di tahun 2020. Pesertanya di tahun 2020 kurang lebih 50 orang dari 5 kecamatan di Kota Malang," ujarnya.

Lanjut Ani bahwa kegiatan pelatihan Sekolah Menjahit dilaksanakan tiga tahap. Untuk di tahun 2021 ini sudah memasuki tahap kedua yaitu untuk tahapan terampil. Peserta pun juga masih sama dengan peserta yang mengikuti pelatihan Sekolah Menjahit di tahun 2020 atau tahap pertama yaitu tahapan dasar.

"Harapan kami nanti di tahun ketiga, tahun depan 2022, itu sama sudah tingkat mahir, nah itu adalah yang terakhir. Nah tingkat mahir, ini harapannya mendapatkan pelatihan di sini, untuk melatih anggotanya untuk sama-sama nanti tingkat 1, tingkat 2 dan tingkat 3 sampai mahir," terangnya.

Untuk pertemuannya sendiri disampaikan Ani bahwa pada tahap pertama di tahun 2020 terdapat delapan kali pertemuan. Dirasa waktunya kurang, akhirnya di tahun 2021 ini atau memasuki tahap kedua pertemuan dilakukan sebanyak 10 kali. 

"Nanti tahap ketiga untuk yang mahir, kita merencanakan di tahun 2022, kita lihat dananya. Yang melatih ini instruktur dari SMKN 3 Kota Malang, tempatnya juga di sini," tuturnya.

Sementara itu untuk materi-materi pelatihannya sendiri dijelaskan Ani bahwa disesuaikan dengan tahapan yang diikuti oleh peserta. Yakni pada tahap pertama merupakan pelatihan dasar untuk memberikan pengetahuan menjahit.

"Mulai membuat bawahan dan atasan itu yang masih belum pecah modelnya, masih belajar memasukkan benang, pengenalan mesin jahit dan caranya menjahit," jelasnya.

Lalu di tahapan kedua dikatakan Ani bahwa para peserta sudah mulai diberikan pelatihan yang membuat para peserta terampil memecah model, membuat blazer dan bawahan. "Membuat blazer dan bawahan yang pecah model itu yang tingkat terampil. Nanti penutupannya juga ditampilkan hasil menjahitnya itu," katanya.

Untuk tahap ketiga merupakan tahapan mahir yang mana para peserta sudah mulai terbiasa dengan menjahit dan sudah dapat membuat berbagai macam pakaian dengan dasar ilmu pelatihan Sekolah Menjahit.

Terakhir Ani menuturkan bahwa pihaknya berharap dengan adanya pelatihan Sekolah Menjahit, para perempuan di Kota Malang dapat lebih berdaya lagi secara mandiri dan dapat berpenghasilan untuk perputaran roda perekonomian.

"Kedepan saya juga ingin membuat selain menjahit. Misalnya kerajinan tangan, membuat manik-manik, kerudung yang dimodifikasi, membuat hantaran, dan lain-lain. Banyak sekali pemberdayaan untuk perempuan, cuma anggaran terbatas sehingga tidak bisa merekap semuanya," pungkasnya.

Topik
Dinsos Kota MalangPelatihan menjahitPemberdayaan Perempuan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru