Munim Hadirkan "Anthem" untuk Temani Pendengar di Gelapnya Pandemi Covid-19

Apr 14, 2021 18:13
Artwork Anthem dari musisi pendatang baru, Munim. (Foto: Dok. Munim)
Artwork Anthem dari musisi pendatang baru, Munim. (Foto: Dok. Munim)

JATIMTIMES - Salah satu musisi pendatang baru asal Lumajang yakni Munim yang terbilang baru menjajal kerasnya industri musik Indonesia dari jalur independen di tengah pandemi Covid-19, dengan menyuguhkan karya musik instrumental yang bertajuk ‘Anthem’.

Munim yang juga merupakan jebolan Homeband FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Universitas Brawijaya ini mengatakan bahwa lagu instrumental bertajuk 'Anthem: masih mengambil konsep yang sama yakni menggunakan instrumen gitar.

"Single 'Anthem' dengan konsep sama seperti sebelumnya yaitu Instrumental Guitar ala music scoring. 'Anthem' terinspirasi dari kondisi tahun 2020 hingga saat ini yaitu pandemi Covid-19," ungkapnya dalam pers rilis yang diterima JatimTIMES.com, Rabu (14/4/2021).

Lanjut Munim, meskipun kebanyakan orang menganggap konteks pandemi Covid-19 sudah basi jika diungkapkan dalam sebuah lagu, namun menurut Munim dirinya memberikan suguhan berbeda melalui karya lagu instrumen yang menggambarkan gelapnya pandemi Covid-19.

"Berbicara tentang pandemi sepertinya sudah basi tapi berbeda dengan lagu ini. Beat dan progresi yang bisa dibilang simple hanya terdiri dengan 2 inti nada juga kick dan 808 yang dibuat sedemikian rupa sehingga match dengan tema sekaligus judulnya 'Anthem'. Untuk melodinya sendiri cukup untuk menggambarkan kegelapan kondisi saat ini," ujarnya.

Dengan single bertajuk ‘Anthem’, lulusan Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP UB ini pun mengajak para pendengar dari lintas genre dapat meresapi lagu yang baru saja diluncurkan dari mulai intro hingga di akhir lagu.

"Coba kalian resapi mulai dari intro. Dibuka dengan flute horror dan juga 808 yang kotor kemudian kalian akan dibawa ketakutan dengan melodi-melodi yang dipilih ala musik horror ataupun thriller," terangnya.

Dikatakan Munim bahwa "Vibe Cathederal" sepanjang lagu membuat kita para pendengar dapat merefleksikan diri sepanjang pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia khususnya Indonesia.

"Juga energi dan vibenya memang dibuat layaknya Anthem tapi bukan untuk kemenangan melainkan kegelapan," tuturnya musisi yang saat ini berdomisili di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Untuk proses produksi karya lagu instrumentalnya ini, Munim melakukannya semua sendiri. Mulai dari penggarapan materi lagu, scratch, recording, mixing hingga mastering ia lakukan semuanya sendiri.

"Sebagai musisi Indie, saya beranggapan proses produksi sangat penting sehingga setidaknya musisi harus paham sedikit banyak tentang produksi. Meskipun seorang gitaris ataupun pemain alat musik lain, kita juga bisa membuat lagu sendiri dengan format Instrumental, justru bisa menjadi ciri khas," katanya.

Dirinya berharap, di tengah pandemi Covid-19 ataupun keterbatasan secara personal masing-masing orang, bahwa seorang musisi, grup band, solois, grup vokal dapat terus berkarya untuk membuat lagu. Sehingga semuanya bersama-sama menjaga ekosistem industri musik agar terus berjalan.

"Nantinya single ini akan dijadikan satu album yang akan dirilis di penghujung tahun. Setiap 3 minggu sekali saya akan merilis single hingga penghujung tahun 2021, dengan total track nantinya ada 14. Anthem ini sebagai pembuka, musik yang sangat gelap sebagai Anthem pandemi," tandasnya.

Sementara itu, lagu bertajuk ‘Anthem’ sudah bisa didengarkan melalui berbagai macam platform digital yang tersedia, seperti Spotify, Deer, Apple Music, hingga YouTube Music.

Topik
musisi jawa timurbenda purbakala kediri

Berita Lainnya

Berita

Terbaru