Rentan Longsor dan Kebakaran Hutan, Kepala BMKG Ingatkan Mitigasi Bencana Kota Batu agar Diperkuat

Apr 14, 2021 15:47
Rombongan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengunjungi Kota Batu dan bertemu dengan Wali Kota Batu di Balaikota Among Tani Kota Batu, Rabu (14/4/2021) (Foto Istimewa)
Rombongan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengunjungi Kota Batu dan bertemu dengan Wali Kota Batu di Balaikota Among Tani Kota Batu, Rabu (14/4/2021) (Foto Istimewa)

BATUTIMES - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati bersama Kepala Pusat Seismologi dan Kepala Balai Besar MKG Wilayah III, dan rombongan melakukan survei lapangan pasca gempa di Kota Batu. Dari hasil survei, diharapkan proses mitigasi di Kota Apel itu bisa lebih maksimal.

Dwikorita menjelaskan, langkah terbaik untuk mengatasi bencana adalah dengan melakukan mitigasi atau pencegahan. Pencegahan tersebut berupa pemetaan wilayah pantai, pemetaan mikrozonasi di wilayah terdampak gempa untuk rekomendasi bangunan, serta peringatan dini.

"Untuk membantu masyarakat umum dan pemerintah mengetahui tentang peringatan dini, diharapkan untuk meng-install aplikasi info BMKG. Mohon Pemkot Batu mengawal peringatan dini tersebut untuk mengurangi dampak bencana," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengungkapkan, Kota Batu tidak terlalu terdampak oleh gempa. Namun, Kota Batu rentan akan bencana puting beliung, longsor dan kebakaran hutan.

"Maka, kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan siaga ketika bencana alam  terjadi secara tiba-tiba," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, akibat gempa berkekuatan 6.7 SR yang berpusat di Kabupaten Malang beberapa saat lalu, tercatat Kota Batu memiliki 9 titik kerusakan. Ke-9 titik itu berada di Kecamatan Batu dan Kecamatan Junrejo. Diantaranya, bangunan terdampak 2 hunian rumah, 4 gedung sekolah, bengkel, gedung DPRD, dan destinasi wisata JTP 2.

Kebanyakan kerusakan terjadi pada bagian atap bangunan. Seperti halnya  pada gedung DPRD dan beberapa bangunan sekolah SMA Negeri 1 Batu, SMP PGRI 01 Kota Batu dan SDN Tlekung 1. Kemudian ke usakan lainya seperti tiang penyangga tandon di MAN 3 Kota Batu roboh.

Total kerusakan, diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp 20 juta, dan tidak ada korban jiwa. Selain itu, kawasan Brau juga menjadi kawasan yang mendapat perhatian lantaran rawan terjadi pergerakan tanah.

Topik
Dwikorita KarnawatiDewanti RumpokoWalikota BatuKota Batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru