PPKM Mikro Tahap V Dinilai Efektif, Zona Kuning Kota Batu Masih Bertambah

Apr 14, 2021 14:09
Pemkot Batu Rapat Evaluasi PPKM Mikro secara virtual di Rupatama Balaikota Among Tani, Selasa (13/4/2021) kemarin (foto istimewa)
Pemkot Batu Rapat Evaluasi PPKM Mikro secara virtual di Rupatama Balaikota Among Tani, Selasa (13/4/2021) kemarin (foto istimewa)

BATUTIMES - Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Tahap V di Kota Batu dinilai efektif. Hal itu dilihat dari angka kesembuhan yang terbilang positif. Dalam minggu pertama, menunjukkan angka kesembuhan mencapai 90 persen. 

"Dibandingkan PPKM Mikro 1, 2, 3 dan 4, PPKM Mikro tahap ke-5 menunjukkan penurunan trend pasien terkonfirmasi positif, kesembuhan rata-rata 2 orang perhari dengan persentase 90 persen," ujarnya.

Namun sayangnya, zona kuning di Kota Apel tersebut masih mengalami penambahan. Salah satunya dikarenakan adanya angka kematian sebanyak dua kasus yang terkonfirmasi positif dalam beberapa hari terakhir di Desa Sumberbrantas, Kota Malang.

"Zona kuning mengalami penambahan dari yang sebelumnya di PPKM 4 ada 11, sekarang bertambah 1 menjadi 12 dan angka zona hijau saat ini 1.126," ujarnya, Rabu (14/4/2021)

Mengantisipasi penambahan kasus di Bulan Suci Ramadan, Pemkot Batu telah mengimbau kepada seluruh desa/kelurahan untuk memperketat dan memantau pemberlakuan protokol kesehatan di masjid dan mushalla.

"Kami telah berkoordinasi dengan kepala desa dan lurah di Kota Batu untuk memantau masjid dan mushalla yang melakukan kegiatan tarawih dan tadarus," ujarnya.

Sedangkan untuk persiapan lebaran, sebagai Kota Wisata, Pemkot Batu telah memprogramkan vaksinasi bagi pelaku usaha di Kota Batu. Sedangkan untuk pendatang yang ke Kota Batu diimbau untuk menunjukkan hasil vaksinasi dan rapid antigen.

Sementara itu, Asops Kodam V Brawijaya, Kolonel Inf Handoko Prasetyo memberikan apresiasi atas antisipasi yang dilakukan Pemkot Batu untuk menekan penambahan kasus.

"Kami mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan untuk antisipasi dalam bulan suci ramadhan dan arus mudik. Pengurangan zona hijau bisa diantisipasi kedepannya agar bisa berkurang lagi," ujarnya.

Dia juga menekankan agar penerapan protokol kesehatan selama Ramadan lebih diintensifkan. Diantaranya mulai dari pembersihan masjid dan mushalla, dan diimbau agar salat tarawih menggunakan sajadah dan perlengkapan salat masing-masing.

"Dan tidak melaksanakan sahur on the road," imbuhnya.

Topik
ppkm mikroKota BatuVaksinasiKasus Covid 19kota blitar zona kuning

Berita Lainnya

Berita

Terbaru