Salat Tarawih Pertama, Ratusan Jamaah Masjid Agung Jami Terapkan Prokes

Apr 12, 2021 20:26
Suasana jamaah Masjid Agung Jami' Malang yang sedang melaksanakan Salat Tarawih di hari pertama, Senin (12/4/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Suasana jamaah Masjid Agung Jami' Malang yang sedang melaksanakan Salat Tarawih di hari pertama, Senin (12/4/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Pelaksanaan salat tarawih di hari pertama ramadan 1442 Hijriah, dipenuhi ratusan jamaah. Misalnya yang terlihat di Masjid Agung Jami Malang.

Takmir Masjid Agung Jami Malang Mahmudi mengatakan, pelaksanaan salat tarawih selama ramadan 1442 Hijriah tetap berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, membawa hand sanitizer, membawa sajadah sendiri, diupayakan saat hadir di Masjid Agung Jami Malang sudah dalam keadaan suci atau berwudu. 

"Kami tetap melaksanakan salat tarawih dengan para jama’ah tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, membawa hand sanitizer dan diusahakan berwudu dan membawa sajadah sendiri dari rumah," ujarnya kepada MalangTIMES.com, Senin (12/4/2021). 

Lanjut Mahmudi, penerapan jarak antar jamaah dalam satu shaf juga telah dilakukan. Hal tersebut mendukung upaya pemerintah dalam menjaga persebaran Covid-19. Jadi, yang awalnya total kapasitas Masjid Agung Jami' Malang berjumlah hingga lebih dari 3 ribu, akhirnya di tengah pandemi Covid-19 hanya diperbolehkan 50 persen dari total daya tampung. 

"Kalau jaga jarak bisa sekitar seribuan lebih. Kalau daya tampung maksimal sekitar dua hingga tiga ribuan orang jama'ah," ujarnya. 

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang juga sudah mengeluarkan SE (Surat Edaran) Nomor 14 Tahun 2021 terkait dengan Pelaksanaan Kegiatan di Bulan Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriah. Di mana,  di dalamnya juga tertera kebijakan mengenai salat tarawih. 

"Kegiatan ibadah di Bulan Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriyah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," ujar Wali Kota Malang Sutiaji

Lanjut Sutiaji, pihaknya juga telah mendata bahwa berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan oleh Satgas Covid-19 Kota Malang tersebut menunjukkan penurunan angka pasien Covid-19. 

"Tarawih dibolehkan, tapi memakai protokol Covid-19. Hari-hari ini meski ada penurunan, tapi kita harus tetap waspada ada kenaikan kasus Covid-19," tandasnya.

Topik
protokol kesehatan salat tarawihMasjid Agung Jami Malangbtt bencanaWalikota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru