Rektor UIN Malang Serahkan Berkas Pendaftaran 7 Bacarek ke Senat, Uji Publik Menanti

Apr 12, 2021 17:31
Rektor UIN Maliki Malang, Prof Abdul Haris saat menyerahkan berkas tujuh bakal calon rektor kepada Ketua Senat UIN Maliki Malang, Prof Muhtadi Ridwan (foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Rektor UIN Maliki Malang, Prof Abdul Haris saat menyerahkan berkas tujuh bakal calon rektor kepada Ketua Senat UIN Maliki Malang, Prof Muhtadi Ridwan (foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Berkas Bakal Calon Rektor (Bacarek) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang periode 2021-2025, hari ini (12/4/2021) resmi diserahkan Rektor UIN Maliki Malang, Prof Abdul Haris pada Ketua Senat UIN Maliki Malang, Prof Muhtadi Ridwan.

Penyerahan berkas Bacarek yang sebelumnya diterima Rektor dari Panitia Penjaringan Bacarek itu, berlangsung di ruang Rektor dengan disaksikan beberapa pihak di antaranya Wakil Rektor III, Dr H Isroqunnajah MAg dan juga Wakil Rektor IV Dr Uril Bahruddin MA serta beberapa pejabat civitas UIN Maliki Malang.

Rektor UIN Maliki Malang, Prof Abdul Haris, mengatakan, jika hari ini berkas telah diserahkan semua kepada ketua senat.

"Alhamdulillah, hari ini berkas-berkas Bacarek yang saya terima dari panitia penjaringan beberapa waktu lalu, kini saya serahkan kepada Senat UIN Maliki Malang," terangnya.

Pihaknya berharap, setelah ini, senat dapat melakukan penilaian dengan baik dan sesuai aturan yang berlaku, hingga nantinya memunculkan calon pemimpin yang benar-benar amanah dan mampu dalam mengembangkan kampus.

"Saya serahkan ke Ketua Senat, mudah-mudahan dilakukan sesuai aturan dan mengahasilkan Rektor yang baik," terangnya.

Sementara itu, Ketua Senat, Prof Muhtadi Ridwan, menambahkan, setelah menerima berkas ini, pihaknya akan melakukan rapat untuk penilaian, di mana yang pertama akan kami rancang jadwal pemberian pertimbangan.

Untuk itu, senat memiliki waktu 14 hari, di mana penilaian akan dilakukan secepat mungkin, dan nantinya salah satu penilaian akan diupayakan untuk adanya paparan dari para calon.

"Yang istilahnya uji publik itu, penyampaian visi misi atau apalah, tapi ini sedang saya rancang dan meminta persetujuan dari senat karena tidak ada dalam aturan, sehingga nanti juga dilihat urgensinya," terangnya.

Lebih lanjut menurut Muhtadi, jika adanya uji publik itu merupakan hal penting. Di situ, kemudian khalayak maupun warga UIN Maliki Malang bisa mengetahui jelas siapa calon dan apa saja visi misinya. Sehingga bilamana hal itu terlaksana, akan dilakukan secara daring dan luring.

"Tapi luring tentunya tetap dibatasi mematuhi ketentuan protokol kesehatan. Ya mungkin (teknis uji publik) seperti pas rapat senat, di lantai lima nanti dihadiri mungkin 50 sampai 70  orang dan juga kita buka lewat daring juga. Tapi nanti kita minta persetujuan tapi insyallah teman-teman dari senat setuju," pungkasnya.

Topik
Penjaringan rektor UIN Malangbakal calon rektor UIN MalangRektor UIN Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru