Diburu dengan Anjing, Kijang Betina yang Diduga Hamil Tewas di Hutan Kota Batu

Apr 12, 2021 16:59
Kijang betina yang diduga hamil tewas saat diburu di kawasan hutan dekat Coban Rondo, Kota Batu, (Senin 12/4/2021) (foto: Mariano Gale)
Kijang betina yang diduga hamil tewas saat diburu di kawasan hutan dekat Coban Rondo, Kota Batu, (Senin 12/4/2021) (foto: Mariano Gale)

BATUTIMES-Maraknya perburuan liar di hutan membuat hewan, salah satunya kijangĀ  yang dilindungi terancam punah. Kejadian itu terjadi di kawasan hutan dekat dengan Coban Rondo, Kota Batu.

Ketua Profauna Indonesia, Rosek Nursahid mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari para petani, bahwa kawasan hutan tersebut masih banyak orang yang melakukan perburuan liar terhadap hewan seperti kijang, babi hutan dan penangkapan burung kicau.

Hal itu, direspon positif oleh pihaknya. Dan kemudian pihaknya yang tergabung dengan tim gabungan bersama BKSDA Jawa Timur dan Perhutani melalukan patroli.

"Sejak 2 minggu lalu, kami telah melakukan patroli sebetulnya. Kemudian pada Senin (12/4/2021) kami lakukan patroli lagi di sekitaran hutan tersebut," ujarnya, Senin (12/4/2021).

Sekitar pukul 10.00 WIB, saat pelaksanaan patroli dilakukan, pihaknya memergoki satu pemburu berjalan dengan membawa kijang yang sudah mati bersama ke lima anjingnya.

"Istilahnya operasi tangkap tangan (ott) ya. Saat kita ketahui, pemburu itu kemudian berhasil lari dengan meninggalkan barang bukti, hewan kijang betina yang sudah mati, tali, sajam, karung, dan HP," ujarnya.

Diketahui, kijang betina itu tewas akibat hasil perburuan dengan menggunakan anjing. Karena banyak terdapat luka gigitan anjing pada bagian tubuh kijang tersebut.

"Terdapat bekas luka gigitan dari anjing. Luka itu, di bagian paha atas kaki kanan, bawah perut, dan pergelangan kaki. Kami tidak menemukan luka akibat sajam. Hanya ada bekas jeratan tali di bagian leher. Jadi diduga mati karena gigitan anjing. Kami juga belum bisa memastikan, apakah diburu dengan metode jebakan atau apa, kami tidak tahu. Dan juga kijang betina itu diketahui sedang hamil, karena perutnya besar," jelasnya.

Menurut data yang ia kumpulkan dari keterangan petani, sekitar 3 hingga 5 orang yang masuk ke hutan tadi malam. Dan kawasan hutan tersebut, memang rawan perburuan.

"Kebanyakan pemburu itu dari luar Pujon, hanya saja pemandunya ini orang lokal sendiri. Para petani juga resah dengan adanya pemburuan, karena merusak lahan pertanian mereka," ujarnya.

Rosek juga mengungkapkan, hal ini serupa dengan kajadian tahun lalu di Coban Siub, Kecamatan Jabung. Di mana pihaknya juga memergoki pemburu kijang, namun pemburu itu berhasil lolos.

"Jika perburuan kijang ini terus terjadi , ketakutannya kijang ini akan punah secara lokal. Karena kijang ini sudah termasuk hewan yang dilindungi secara hukum," ujarnya.

"Jelas ini melanggar UU no 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya itu bisa dihukum penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta," imbuhnya.

Dengan adanya kejadianya tersebut, pihaknya telah melaporkan ke Polres Batu dengan membawa barang bukti. Dengan harapan, aparat hukum bisa menyelidiki pemburu tersebut.

Kasatreskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus membenarkan laporan tersebut. Kini pihaknya, tengah melakukan penyelidikan terhadap terduga pelaku.

"Menurut informasi, terduga pelaku itu melakukan perburuan hewan yang dilindungi yakni kijang. Kami juga telah mendapatkan indetitas terduga pelaku itu melalui HP miliknya yang tertinggal saat pengejaran di hutan. Kasus seperti ini baru pertama kali, yang pasti kita akan melakukan pencarian pelaku," ujarnya.

Topik
perburuan kijangperburuan hewan kota batuBangun jembatan gantung

Berita Lainnya

Berita

Terbaru