Wajib, Rasulullah Perintahkan Menangis Ketika Melewati Tempat Ini

Apr 12, 2021 09:19
Ilustrasi menangis (gitacinta)
Ilustrasi menangis (gitacinta)

MALANGTIMES - Orang yang menangis terkadang dindentikkan dengan orang yang lemah, rapuh dan cengeng. Namun hal tersebut tidaklah sepenuhnya benar. Orang yang paling mulia dan terkuat sekalipun pernah mengeluarkan air matanya.

Lalu perihal menangis, ada beberapa lokasi yang ternyata oleh Rasulullah Muhammad SAW diperintahkan untuk menangis saat mengunjunginya. Lalu, bagaimana dengan Rasulullah sendiri?. Pernahkah beliau menangis?. Kapan dan di manakah yang perintahkan oleh Rasulullah untuk menangis?. Mari simak kisahnya yang dirangkum dari Islam Populer dan beberapa sumber lain hingga tuntas.

Rasulullah pun pernah menangis. Akan tetapi, ia menangis bukan karena dirinya sendiri. Ia juga menangis untuk umatnya. Abdullah bin Amr bin Ash Radiullah radiallahu anhu berkata, Rasulullah membaca ayat Allah SWT tentang Nabi Ibrahim, tepatnya Surah Ibrahim ayat 36.

"Ya Tuhan, berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak dari manusia. Barangsiapa mengikutiku, maka orang itu termasuk golonganku".

Kemudian Rasulullah membaca surat tentang Nabi Isa AS, surat Al Kaidah ayat 118. "Jika engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya Engkaulah yang maha perkasa lagi Maha bijaksana".

Setelah membaca itu kemudian Rasulullah berdiri dan mengangkat tangan sembari memanggil para umatnya. Di situ Rasulullah menangis. Allah SWT kemudian berfirman, "Wahai Jibril, temui Muhammad, Tuhanmu lebih mengetahui, tanyakan Kepadanya, apa yang membuatnya menangis?.".

Jibril kemudian mendatangi dan menanyakan kepada Rasulullah. Rasulullah kemudian memberitahukan apa yang dia ucapkan. Allah berfirman. "Wahai Jibril, temuilah Muhammad dan katakan, 'kami akan membuatmu Rida dalam masalah umatmu dan tidak akan menyakitimu." (HR Muslim).

Saat salat pun, Rasulullah pernah meneteskan air mata. Abdullah bin Asyikir berkata, "Saya datang kepada Rasulullah, sedangkan beliau sedang salat,maka terdengarlah suara tangis beliau yang bergemuruh di dadanya pakaikan suara air mendidih dalam bejana," (HR Dawud dan Tirmidzi).

Menangis pada waktu tertentu juga dianjurkan oleh Allah SWT. Hal itu juga ditunjukkan melalui hadist Rasulullah, "Wahai manusia, menangislah!. jika kalian tidak mampu menangis maka berpura-puralah menangis. Karena sesungguhnya penduduk neraka akan menangis di neraka hingga air mata tersebut seolah-olah terbentuk aliran sungai di wajah mereka," (HR Abu Ya'la).

Menangis bukankah cengeng semata. Bahkan ada tangisan yang memang disukai oleh Allah SWT. Tangisan itu merupakan tangisan bagi mereka umat yang tengah zikir kemudian meneteskan air mata. "Siapa saja yang berzikir  kepada Allah kemudian mengalir air matanya hingga menetas ketahanan disebabkan oleh rasa takutnya kepada Allah, niscaya Allah tidak akan menyiksanya pada hari kiamat," (HR Al Hakim).

Bahkan menangis juga diabadikan dalam Alquran. "Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan bertambah khusyu'," (QS Al Isra 109)

Mereka yang pernah menangis karena takut kepada Allah SWT, tidak akan masuk neraka. Hal ini sesuai hadist Abu Hurairah RA, "bahwa, Rasulullah bersabda, tidak akan masuk neraka seseorang yang pernah menangis karena takut kepada Allah. Sehingga air susu kembali ke putingnya dan tidak akan dapat bersatu debu saat berjihad fisabilillah dengan asap neraka jahanam" (HR Tirmidzi).

Pentingnya menangis juga ditunjukkan Rasulullah dan para sahabat ketika melewati sebuah tempat. Saat itu bersama para sahabat, mereka akan menuju Tabuk dan melewati Hajar yang tak lain adalah tempat kaum Tsamud umat Nabi Saleh AS.

Saat itu, puing-puing rumah mereka masih tersisa, Rasulullah kemudian memerintahkan para sahabat untuk mempercepat langkah dan menangis. Hal ini sesuai sabda Rasulullah yang disampaikan Ibnu Umar RA, " Janganlah kalian memasuki tempat tinggal orang-orang zalim, kecuali sambil menangis karena apa yang menimpa mereka bisa menimpa kalian. Lalu Rasulullah kemudian menutup matanya dengan kain selendangnya dan mempercepat perjalanannya hingga berhasil melewati daerah itu" (HR Ahmad dan Bukhari).

Rasulullah juga melarang melewati tempat yang di azab kecuali sambil menangis. "Janganlah kalian melewati daerah umat yang diazab itu kecuali sambil menangis. Jika kalian tidak bisa menangis, jangan masuki daerah mereka. Jangan sampai azab yang menimpa mereka menimpa kalian (HR Bukhari).

Imam Ibnu Utsaimin juga pernah ditanyai mengenai boleh tidaknya mengunjungi Madain Saleh untuk mengambil pelajaran. Jawabannya diabadikan dalam kitab Liqaat Bab Al Maftuh. Dalam jawabannya " ya, boleh. Dengan syarat, seseorang tidak memasuki daerah itu kecuali dalam kondisi menangis karena, Nabi Muhammad SAW bersabda Janganlah kalian melewati daerah umat yang diazab itu kecuali sambil menangis".

Topik
Nabi Muhammad SAWnabi ibrahimAllah SWTnabi ibrahimrakerda pks

Berita Lainnya

Berita

Terbaru