Gempa, Mensos Risma Trabas Malang-Lumajang Petang Hari, Gubernur Khofifah Pagi ke Malang

Apr 11, 2021 16:07
Mensos Tri Rismaharini dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa
Mensos Tri Rismaharini dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

SURABAYATIMES - Gempa bumi telah mengguncang Jawa Timur, Sabtu (10/4) siang. Daerah terdampak parah terutama di Kabupaten Malang, Lumajang dan Blitar - dan beberapa daerah sekitar di wilayah Jawa Timur.

BMKG memperbarui kekuatan gempa menjadi 6,1 magnitudo dari yang sebelumnya tercatat 6,7 magnitudo. Dan BMKG memastikan gempa ini tak menimbulkan ancaman tsunami. 

Dan berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu (10/4) tercatat sebanyak 8 orang meninggal dunia, 1 orang luka berat, dan 22 orang luka ringan akibat bencana alam tersebut. 

Gempa bumi itu juga mengakibatkan ratusan rumah, fasilitas kesehatan, sarana pendidikan, dan tempat ibadah mengalami kerusakan mulai dari kategori rusak ringan, rusak sedang maupun rusak berat.

Adanya peristiwa gempa ini membuat dua pemimpin perempuan asli Surabaya, Jawa Timur terjun ke lokasi. Yakni, Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

Yang pertama meninjau lokasi gempa di Kabupaten Malang adalah Mensos Risma terlebih dahulu. Usai meninjau korban banjir di NTT, Risma ke Kabupaten Malang pada Sabtu (10/4) malam. 

Sosok yang karib disapa Bu Risma itu langsung menyapa penyintas gempa. Seraya membagikan bantuan, Risma juga memotivasi mereka agar tabah dan sabar menerima cobaan. "Yang sabar ya bapak, ibu. Mudah-mudahan situasi segera pulih,"  ujarnya.

Risma menemui pengungsi untuk memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi. Kemensos melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) bergerak cepat segera setelah bencana terjadi. 

Sebanyak 700 personel Tagana diterjunkan ke lokasi gempa yang mengguncang Malang. Tagana yang diterjunkan berasal dari 10 kabupaten/kota se-Jatim. 

Mereka melaksanakan empat tugas. Yaitu membantu evakuasi korban, membangun shelter, mendirikan dapur umum, dan menyelenggarakan Layanan dukungan psikososial.

Setelah dari Malang, Risma langsung bertolak ke Lumajang, Minggu (11/4) pagi dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Di Lumajang dia dibarengi dengan Bupati Thoriqul Haq. "Yang penting semua warga aman dulu, sehingga warga harus dievakuasi di satu titik untuk memudahkan dalam pemantauan," kata Risma yang mendatangi Kantor Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang dikutip dari Antara. 

Di sana Risma menginstruksikan pembangunan segera tenda-tenda pengungsian dan dapur umum untuk membantu warga yang terdampak bencana.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, wilayah Kecamatan Tempursari paling parah terdampak gempa. Jumlah rumah warga yang rusak akibat gempa tercatat 428 unit di kecamatan itu. "Kami akan sampaikan ke Bapak Presiden terkait pembangunan (kembali) rumah yang rusak," imbuhnya.

Sementara itu Khofifah mengunjungi lokasi gempa di Kabupaten Malang, wilayah Kecamatan Turen dan Dampit pada Minggu (11/4) siang. 

Di sana Khofifah menyampaikan jika semua biaya perawatan korban luka menjadi tanggungan Pemkab, dan jika dirawat di RS milik Pemprov akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov Jatim. "Sementara untuk korban meninggal akan diberikan santunan kematian masing- masing sepuluh juta,” tuturnya.

Selain itu Khofifah meminta masyarakat yang tinggal di bantaran aliran sungai besar , pegunungan dan perbukitan, mewaspadai ancaman tanah longsor dan banjir bandang pasca kejadian gempa bumi di selatan Jawa Timur, Sabtu (10/4). 

“Berdasarkan informasi yang dirilis BMKG, beberapa wilayah di Jatim akan mengalami hujan sedang hingga lebat hari ini, Minggu (11/4). Hujan ini dikhawatirkan akan memperbesar potensi bencana susulan berupa tanah longsor dan banjir bandang karena struktur dan kondisi tanah labil,” ungkapnya.

Adapun daerah yang diprediksi diguyur hujan tersebut yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Mojokerto,  Kabupaten Blitar, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Trenggalek, dan Kabupaten Tulungagung. 

“Tetap waspada, jangan lengah. Jika memang hujan deras, segera jauhi lereng dan hindari berada di lembah sungai. Cari tempat yang aman, lapang tanpa penghalang,” imbuh Khofifah. 

Topik
Gempa MalangKhofifah Indar ParawansaTri Rismaharini

Berita Lainnya

Berita

Terbaru