Tinjau Lokasi Terdampak Gempa, Gubernur Jatim Khofifah Tekankan Ini kepada Bupati Malang

Apr 11, 2021 12:40
Gubernur Jatim Khofifah (tengah) saat memantau kondisi ruang kelas MAN 2 Malang paska gempa, Minggu (11/4/2021) (Foto: Fery/ MalangTIMES)
Gubernur Jatim Khofifah (tengah) saat memantau kondisi ruang kelas MAN 2 Malang paska gempa, Minggu (11/4/2021) (Foto: Fery/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau beberapa lokasi yang terkena dampak gempa berkekuatan 6,7 SR (skala richter) di Kabupaten Malang, Minggu (11/4/2021).

Khofifah mengunjungi beberapa titik yang mengalami rusak kategori sedang dan berat. Kunjungan pertamanya adalah MAN 2 Malang yang berlokasi di Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Dalam kunjungannya, Khofifah melihat langsung gedung lantai 2 MAN 2 Malang yang atapnya rusak dan roboh.

Khofifah juga menekankan beberapa hal kepada Bupati Malang HM Sanusi, salah satunya adalah pembentukan posko pengungsian kepada korban yang terdampak gempa.

"Kemarin pun saya sudah tanyakan ke Pak Bupati poskonya ada di mana saja. Karena posko ini sangat penting untuk menjadi sentral komunikasi seluruh lini," ucapnya.

Khofifah juga menjelaskan jika pemilihan tempat pengungsian untuk korban gempa berbeda dengan tempat pengungsian untuk korban bencana alam lain seperti banjir. "Dari pengalaman saya mengunjungi lokasi pengungsian akibat gempa, ada trauma secara psikologi para korbannya. Untuk itu ada kriteria tertentu dalam pemilihan posko pengungsian," ujarnya.

Khofifah juga menegaskan jika pemilihan posko untuk korban gempa harus memiliki akses pintu keluar untuk mengamankan diri dari reruntuhan bangunan jikalau ada gempa susulan. "Dibutuhkan ruang yang relatif longgar untuk korban jika kemungkinan adanya gempa susulan, sehingga para pengungsi tidak berdesakan di satu titik pintu keluar," imbuh Mantan Menteri Sosial ini.

Pemilihan balai desa merupakan salah satu rekomendasi yang tepat sebagai posko pengungsian. "Opsi paling tepat adalah balai desa, jikalau ada gempa susulan dan dapat menyelamatkan diri," imbuhnya.

Proses evakuasi juga menjadi prioritas di saat tanggap darurat bencana. Dalam hal ini TNI, Polri, dan relawan bencana juga ikut turut dalam menangani kerusakan akibat bencana.

Khofifah juga menyatakan akan segera mengkoordinasikan pendataan titik mana saja yang dapat diidentifikasi kerusakannya. Identifikasi ini mencakup identifikasi kerusakan ringan, sedang, maupun berat.

Topik
Gubernur JatimKhofifah Indar ParawansaSanusikamudi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru