Menengok Kehidupan Raja Salman saat Masih Kecil, Bergelimang Harta dan Miliki Sekolah Khusus

Apr 10, 2021 12:43
Sosok Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz Al-Saud. (Foto: Istimewa) 
Sosok Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz Al-Saud. (Foto: Istimewa) 

INDONESIATIMES - Salah satu tokoh negara yang selalu menjadi menarik untuk dibahas yakni sosok Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz Al-Saud. Raja yang sudah bergelimang kemewahan dan eksklusifitas sejak masih berusia anak-anak.

Raja Salman yang lahir di Riyadh, 31 Desember 1935 merupakan anak kedua dari Raja Arab Saudi pertama Raja Abdulaziz Bin Abdurrahman Al-Saud dari istri Hassa Binti Ahmad Al-Sudairi. 

Sejak kecil, Raja Salman memang sudah dididik sebagai orang terhormat dan berpendidikan. Masa sekolah, Raja Salman ditempatkan dalam sekolah khusus Pangeran Riyadh yang didesain oleh Raja Ibnu Saud untuk anak-anaknya yang mencapai lebih dari 100 orang. Hal ini merupakan hal lumrah bagi Raja Arab Saudi yang memiliki lebih dari 15 istri selama masa hidupnya. 

Di sekolah khusus Pangeran Riyadh ini, Raja Salman diajarkan tentang moral, etika, pendidikan agama, ilmu pengetahuan moderen hingga ilmu pemerintahan. 

Dari kecil sudah memiliki gaya hidul eksklusif yang ditunjang oleh kerajaan. Apalagi Raja Salman pada saat kecil tinggal di Istana Murabbah Riyadh yang memiliki luas 16 hektare.

Pada usia 19 tahun, Raja Salman yang masih remaja masuk di dalam dunia pemerintahan Arab Saudi. Tepat pada tanggal 17 Maret 1954, Raja Salman  ditunjuk sebagai Wakil Gubermur Provinsi Riyadh yang berjalan selama satu tahun.

Lalu pada tanggal 5 Februari 1963 Raja Salman ditunjuk sebagai Gubernur Riyadh. Pada waktu ditunjuk sebagai Gubernur Riyadh, lebih dari 48 tahun semasa hidupnya sebagai gubernur. 

Lewat perannya ini, Raja Salman melejitkan namanya sebagai tokoh pemerintahan Arab Saudi berkat kerjasama yang dilakukan oleh Riyadh dengan berbagai negara di Timur Tengah dan Eropa. 

Setelah itu, Raja Salman pun pernah menduduki beberapa posisi strategis lainnya seperti Wakil Perdana Menteri Arab Saudi dan Menteri Pertahanan Arab Saudi sebelum menjadi Raja Arab Saudi ke-VII. Kemudian pada 18 Juni 2012 Salman Abdulaziz Al-Saud diangkat menjadi putra mahkota setelah Pangeran Nayef yang merupakan putra mahkota sebelumnya  meninggal dunia. 

Pada tanggal 27 Agustus 2012 Salman ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Raja Arab Saudi jika Raja Abdullah berhalangan. Raja Salman pun dikenal sebagai sosok yang dermawan. Bahkan kedermawanannya itu menyentuh negara-negara miskin seperti Somalia, Sudan, Bangladesh dan Afghanistan. 

Berselang tiga tahun setelah pengangkatannya menjadi Pangeran Mahkota Arab Saudi, Pangeran Salman kemudian dinobatkan sebagai Raja Arab Saudi pada tanggal 23 Januari 2015. Saat pengangkatan menjadi Raja ke-VII Arab Saudi, seluruh masyarakat Arab Saudi bersukacita karena mengharapkan perkembangan dan moderinasi merata seperti di tanah kelahiran Raja Salman yakni Provinsi Riyadh. 

Pada pengangkatannya, Raja Salman memberikan bonus gaji dua bulan kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil, Tentara dan Polisi Arab Saudi. Meskipun bergelimang kemewaan dan harta, Raja Salman pun terbilang sangat tertutup atas itu semua. 

Meski begitu, disinyalir Raja Salman memiliki beberapa aset properti yang berada di negara-negara begengsi dunia. Seperti Perancis, Italia, Amerika dan Inggris. Satu-satunya kemewahan yang terekspose adalah jubahnya. Jubah tersebut termahal di dunia karena dibanderol dengan harga Rp 70 juta. 

Meski terlihat tampil sederhana, ditiap kunjungannya rombongan Raja Salman menampakkan kemewahan. Mulai dari menaiki pesawat kepresidenan Arab Saudi yang bernilai Rp 3,5 miliar. Bepergian dengan rombongan bersama 1.500 orang dan hampir 500 ton barang bawaan. 

Hal ini juga mengejutkan Indonesia saat kunjungan Raja Salman ke Indonesia pada tahun 2017. Setidaknya pengeluaran Raja Salman mencapai Rp 250 miliar selama 9 hari di Indonesia.

Topik
Raja Arab SaudiRaja Salmankemewahan raja arab saudie tle kota batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru