Kembangkan Pendidikan Vokasi, Mitras DUDI Gunakan Tools Super Tax Deduction

Apr 09, 2021 22:24
Kepala Mitras DUDI Dr Ahmad Saufi SSi MSc saat menjadi pembicara dalam Sarasehan Pendidikan Vokasi dalam Rangka Pembangunan SDM Unggul dan Peningkatan Daya Saing Bangsa, Jumat (09/04/2021). (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kepala Mitras DUDI Dr Ahmad Saufi SSi MSc saat menjadi pembicara dalam Sarasehan Pendidikan Vokasi dalam Rangka Pembangunan SDM Unggul dan Peningkatan Daya Saing Bangsa, Jumat (09/04/2021). (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kesesuaian dunia usaha dunia industri (DUDI) dengan satuan pendidikan sebagai penyedia sumber daya manusia (SDM) atau pendidikan vokasi merupakan kebutuhan yang mutlak. 

Hal itu disampaikan Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI) Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) Kemendikbud RI melalui Kepala Mitras DUDI Dr Ahmad Saufi SSi MSc saat menjadi pembicara dalam sarasehan pendidikan Vokasi dalam Rangka Pembangunan SDM Unggul dan Peningkatan Daya Saing Bangsa, Jumat (09/04/2021).

Hal itu menjadi mutlak lantaran untuk menciptakan suatu sinergitas maupun menciptakan kenyamanan bagi pihak-pihak, baik pelaku industri maupun penyelenggara pendidikan vokasi sebagai sumber SDM serta sekaligus sebagai upaya menelurkan SDM yang unggul dan berkompeten. Dalam upaya itu, salah satu tools yang digunakan adalah super tax deduction.

Lebih detail mengenai super tax deduction, itu merupakan  kebijakan pengurangan pajak bagi pelaku industri yang berkontribusi dalam upaya pengembangan pendidikan vokasi. Konkretnya, super tax deduction adalah insentif perpajakan yang diberikan pemerintah bagi industri yang terlibat dalam melaksanakan program-program pada pendidikan vokasi sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Insentif diberikan dalam bentuk pengurangan penghasilan kena pajak dengan biaya yang dipergunakan untuk menyelenggarakan program-program sesuai dengan regulasi yang berlaku dengan maksimal sebesar 200 persen.

"Materi saya tentang kesesuaian dunia usaha dunia industri. Salah satunya dengan super tax. Insentif dari Kementerian Keuangan yang membantu satuan pendidikan dalam melakukan," paparnya.

Kebijakan mengenai super tax deduction tersebut tercantum dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2019 yang kemudian diikuti dengan terbitnya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 128/PMK.010/2019.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, pada tahun 2020, Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan melakukan penyusunan buku saku super tax deduction untuk dijadikan pedoman bagi pelaku dunia usaha dan dunia industri.

"Saya sudah berikan buku saku. Mudah-mudahan dunia usaha industri mau mempelajari dan menggunakan ahli-ahli pajaknya untuk memanfaatkan ini. Ini tentunya dalam rangka membantu mengembangkan vokasi. Karena kita yakin dukungan dunia industri ini akan sangat bermanfaat bagi pengembangan pendidikan vokasi," ungkapnya.

Selain itu, ldijelaskan, jika peran Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronik (BBPPMPV BOE) Malang  sangatlah besar salam pengembangan pendidikan vokasi. Sebab  menjembatani mereka para pelaku usaha maupun dunia industri duduk satu meja dengan para penyelenggara pendidikan vokasi.

"Seperti saat ini, yang hadir adalah dari berbagai daerah diIndonesia. Ada dari politeknik-politeknik, ada dari kepala dinas yang mewakili SMK-SMK, bahkan ada yang dari Papua. Itu artinya, jaringannya sudah cukup kuat dan luas. Nantinya, hal yang sama juga akan dilakukan. Mengingat, ada beberapa hal teknis, yang harus dibicarakan lagi. Sehingga, pada akhirnya, ditemukan kesesuaian pelaku usaha dan  pegawai serta dalam upaya pengembangan pendidikan vokasi,"pungkasnya.

 

Topik
pendidikan vokasi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru