Jelang Ramadhan Harga Ayam Mulai Naik, Diskopindag Kota Malang akan Gelar Pasar Murah

Apr 09, 2021 15:46
Ilustrasi seorang pedagang ayam di Pasar Klojen, Kota Malang, Jumat (9/4/2021). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES) 
Ilustrasi seorang pedagang ayam di Pasar Klojen, Kota Malang, Jumat (9/4/2021). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Menjelang peringatan Bulan Ramadhan 1442 Hijriah atau yang bertepatan pada tahun 2021 harga bahan masakan mulai alami perubahan harga. Mulai dari harga ayam yang perlahan mengalami kenaikan, hingga harga cabai yang berangsur turun. 

Kepala Seksi Pengendalian dan Pengawasan Diskopindag (Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan) Kota Malang Luh Putu Eka Wilantari mengatakan bahwa harga ayam untuk saat ini mulai mengalami kenaikan yang tidak terlalu signifikan. 

"Memang sekarang harga ayam mulai ada kenaikan, tapi tidak terlalu banyak sih. Masih kisaran seribu duaribu. Harga normal kan HET (Harga Eceran Tertinggi, red) itu Rp 34 ribu. Tapi ayam biasanya kalau normal-normal selalu ada di bawah HET. Nah sekarang ini mulai ada kenaikan sampai Rp 37 ribu sekilo," ujarnya kepada MalangTIMES.com, Jumat (9/4/2021). 

Lanjut Luh Putu bahwa kenaikan harga ayam disebabkan oleh stok ayam yang mulai berkurang. Karena di tempat produksi panennya pun mulai menurun dan stok mulai menipis. 

"Mulai dipotong itu mas, karena permintaan banyak, pasokan mulai berkurang. Akhirnya petani itu istilahnya panen muda, belum waktunya dipotong ya dipotong gitu loh," ujarnya. 

Untuk mengantisipasi kenaikan harga ayam tersebut, Luh Putu mengatakan bahwa pihaknya akan memantau terlebih dahulu. Jika terus mengalami kenaikan harga, pihaknya akan mempersiapkan operasi pasar murah. 

"Kita pantau dulu ya. Kalau masih naik terus ya kita adakan operasi pasar murah mas. Kita adakan pasar murah, kita nanti langsung ke peternak. Sehingga mereka nanti menjualnya di bawah harga pasar. Itu langkah kita kalau masih ada kenaikan terus," jelasnya. 

Dikatakan Luh Putu bahwa kenaikan harga ayam ini memang biasanya terjadi menjelang puasa. Namun setelah memasuki bulan puasa harga ayam mulai normal kembali. "Kita masih mantau ya, mungkin juga ini kan masih awal-awal jelang puasa ya. Biasanya memang begitu jelang puasa, setelah itu normal kembali. Biasanya begitu sih," tuturnya. 

Sedangkan untuk harga cabai diungkapkan oleh Luh Putu harga sudah mulai berangsur turun. Yang semula dalam satu bulan terakhir mencapai harga Rp 120 ribu sampai Rp 130 ribu per kilogram. Saat ini harga cabai untuk satu kilogramnya di kisaran Rp 60 ribu. 

"Kalau cabai naik turun sih. Karena memang masih panen juga ini petaninya. Cabai kan juga turun sudah. Dulu kan sempat sampai Rp 120 ribu mas satu kilogram. Sekarang kisaran Rp 60 ribu sampai Rp 65 ribu lah ya," terangnya. 

Sementara itu, salah satu pedagang ayam potong di Pasar Klojen bernama Dina mengatakan bahwa di bulan puasa pada tahun 2020 tertinggi harga ayam mencapai Rp 38 ribu. 

"Biasanya kulak Rp 22 ribu sampai Rp 23 ribu, sekarang Rp 27 ribu sampai Rp 28 ribu. Aku jual biasanya Rp 35 ribu. Mau menaikkan ya nggak bisa, lah pasarnya sepi," ujarnya. 

Dengan adanya peningkatan harga ayam potong, pembeli pun berkurang. Karena pembeli dengan harga ayam potong sekitar Rp 35 ribu akan keberatan. 

"Puasa tahun-tahun biasanya ya rame. Kalau sekarang nggak bisa diprediksi. Sebelum puasa aja sudah seperti ini, apalagi nanti waktu puasa mas," pungkasnya.

Topik
harga ayam naikDinas Pasar Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru