Dorong Pemulihan Ekonomi Malang Raya Lewat Strategi Hexahelix

Apr 09, 2021 14:42
Kegiatan pemulihan ekonomi Malang Raya di Ijen Suites Hotel, Jumat (9/4/2021). (Foto: Istimewa).
Kegiatan pemulihan ekonomi Malang Raya di Ijen Suites Hotel, Jumat (9/4/2021). (Foto: Istimewa).

MALANGTIMES - Pemulihan ekonomi tengah menjadi prioritas di setiap daerah. Malang Raya, salah satu yang tak luput dari hal itu dengan terus mengupayakan berbagai strategi untuk peningkatan pertumbuhan perekonomian.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang mencatat, tahun ini perekonomian di Indonesia diperkirakan tumbuh sekitar 4,3 sampai 5,3 persen. Sedangkan di Jawa Timur, ditargetkan lebih rendah yakni di angka 3,8 hingga 4,2 persen.

Kepala KPwBI Malang Azka Subkhan Aminurridho mengatakan, optimisme untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Malang Raya diprediksi meningkat. Karenanya, upaya dari berbagai sektor dengan sinergitas terus digencarkan dalam membangun perekonomian.

"Di Malang Raya ini ada optimisme yang kita bangun, Insya Allah, yakin kita akan tumbuh positif," ujarnya dalam kegiatan Webinar Sinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi Malang Raya 2021 di Hotel Ijen Suites, Jumat (9/4/2021).

Apalagi, menurut Azka, di wilayah Kota Malang pertumbuhan ekonomi tahun ini diprediksi bakal mencapai angka 3,7 - 4,7 persen. Kemudian, untuk di Kabupaten Malang berada di kisaran 3,6 - 4,6 persen, dan Kota Batu, sekitar 4,1 - 5,1 persen.

"Mudah-mudahan ini tercapai, prosentase ini optimisme yang kurang lebih sedikit di bawah normal pada tahun-tahun kita biasanya. Tapi, pertumbuhan ekonomi Malang Raya bagaimanapun lebih tinggi daripada nasional," imbuhnya.

Dorongan pertumbuhan perekonomian di Malang Raya ini kata Azka, dengan terus melakukan koordinasi antar masing-masing pemerintah daerah, yakni Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang. Hal itu terkait, menjaga kestabilan inflasi serta mendukung stabilitas sistem keuangan.

Juga, kolaborasi dan koordinasi dengan sistem hexahelix, yakni sinergitas pentahelix yang meliputi pemerintahan, dunia usaha, akademisi, komunitas, media ditambah dengan lembaga keuangan.

"Fokus koordinasi diarahkan pada mengatasi permasalahan di sisi permintaan dan penawaran khususnya dalam kredit dan pembiayaan dari perbankan kepada dunia usaha dan sektor-sektor prioritas dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi," jelasnya.

Tak hanya itu, sektor industri pengolahan, yang memiliki kontribusi tinggi di wilayah Malang Raya, pengembangan sektor-sektor untuk mendukung pariwisata, dan pengembangan sektor UMKM yang terpuruk pada masa pandemi di tahun 2020 juga turut dibidik untuk terus ditingkatkan dalam pemulihan ekonomi ini.

"Serta, adanya pengembangan ekonomi kreatif melalui berbagai subsektornya. Kemudian, pengembangan transaksi non tunai dan keuangan digital melalui elektronifikasi, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah," tandasnya.

Topik
BI Malangpemulihan ekonomi Indonesiapemulihan ekonomi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru