Dua Jurnalisnya Jadi Korban Doxing, Nusadaily.com Adukan ke Polresta Malang Kota

Apr 08, 2021 20:37
Sosok jurnalis Amanda Egatya (tengah) didampingi CEO Nusadaily.com Hanan Jalil (kanan) dan COO Nusadaily.com Bagus Ary Wicaksono saat mengadu ke Polresta Malang Kota, Kamis (8/4/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Sosok jurnalis Amanda Egatya (tengah) didampingi CEO Nusadaily.com Hanan Jalil (kanan) dan COO Nusadaily.com Bagus Ary Wicaksono saat mengadu ke Polresta Malang Kota, Kamis (8/4/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Peristiwa doxing kembali menyerang jurnalis. Kali ini dua jurnalis Nusadaily.com menjadi korban doxing, yakni Amanda Egatya dan Lionita. 

Atas peristiwa yang melanda dua jurnalisnya tersebut, Nusadaily.com mengadukan ke Polresta Malang Kota. Amanda Egatya didampingi langsung oleh CEO (Chief Executive Officer) Nusadaily.com Hanan Jalil dan COO (Chief Operating Officer) Nusadaily.com Bagus Ary Wicaksono saat membuat pengaduan ke Polresta Malang Kota. 

Bagus mengatakan bahwa dua jurnalisnya telah mengalami serangan doxing dan bullying. Doxing sendiri merupakan praktik melalui internet untuk menyebarluaskan informasi pribadi kepada publik terhadap seorang individu atau organisasi. Informasi yang disebarkan dapat mencakup nama lengkap seseorang, alamat email,  alamat rumah, nomor telepon, foto dan data pribadi lainnya. 

"Dua akun instagram yang diadukan akun @mmgachannel dan @aaayyyuuubbb_. Dua akun ini secara jelas menyebut nama Amanda Egatya," ujarnya kepada MalangTIMES.com, Kamis (8/4/2021). 

"Kami berdiskusi di redaksi atas persetujuan CEO Hanan Jalil, kami memutuskan mengadukan serangan doxing ini kepada Polresta Malang Kota. Sampai sekarang masih diproses," imbuhnya. 

Bagus pun  menjelaskan rentetan peristiwa awal mula dugaan serangan doxing terhadap dua jurnalis Nusadaily.com. Mulanya  Senin (5/4/2021) jurnalis Amanda Egatya menulis berita peristiwa pelemparan surat berbentuk pesawat kertas dibrumah Wali Kota Malang Sutiaji. 

"Di awal itu kami menulis di judul bahwa rumah dinas wali kota dilempari flare dan surat pesawat kertas. Flare itu ternyata dibantah oleh beberapa orang. Ada yang telepon ke redaksi. Nggak sampai satu jam, kami melakukan koreksi atas judul itu. Flare-nya kami hapus," jelasnya. 

Setelah itu, koreksi pun telah dilakukan oleh pihak redaksi Nusadaily.com. Bagus melanjutkan bahwa setelah dikoreksi, berita tersebut pun distayangkan kembali. 

"Saya tidak tahu jamnya jam berapa. Setelah itu, screenshot-an nusadaily ada di akun instagram mmgachannel itu. Di screenshots berita itu ditulisi hoax. Kemudian dituliskan ini wartawan yang menulis Amanda Egatya dan Lionita. Lah ini yang kami sebut sebagai doxing. Menyebarkan identitas pribadi," terangnya. 

Setelah itu, akun instagram Amanda Egatya pun diserbu banyak netizen. Sebagian besar menuliskan kata-kata kotor dan tindakan bullying melalui media sosial yang ditujukan kepada Amanda Egatya. 

Merasa banyak mengalami teror dari akun maupun nomor handphone tidak dikenal, Amanda yang merupakan anak yatim piatu dan hidup sendiri ini akhirnya memutuskan untuk mengungsi ke kediaman saudaranya untuk sementara waktu. 

"Amanda mendapatkan tindakan bullying. Pisuhan lah. Perlakuan tidak menyenangkan. Kata-kata kotor. DM Instagram yang masuk 50 lebih ya. Terus tiba-tiba ada lonjakan permintaan follower 300-an lebih," ujarnya. 

Selain itu, nomor handphone pribadi Amanda juga turut tersebar hingga banyak nomor handphone tidak dikenal yang menelepon Amanda.  "Bagaimana nomor WA yang sifatnya pribadi itu bisa nyebar, kami tidak tahu. Yang jelas tiba-tiba ditelepon oleh nomor yang tidak dikenal.  Nggak ada (tidak direspon, red) karena dia ketakutan," terang Bagus. 

Terakhir, Bagus mewakili dari redaksi Nusadaily.com sekaligus mewakili rekan-rekan jurnalis berharap agar tidak ada lagi tindakan-tindakan doxing yang ditujukan kepada jurnalis ataupun masyarakat umum. 

"Kami berharap tidak ada serangan doxing lagi kepada siapa pun. Terutama kepada jurnalis. Karena ini terus terang ini membuat trauma yang dialami Mbak Amanda seperti itu. Dia merasa nggak aman. Ke mana-mana takut dikejar orang," pungkasnya.

Topik
Polresta Malang KotaKasus doxing jurnaliskasus bullying
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru