Baru Tiga Bulan, Anggaran Bencana Alam Terpakai Hampir Rp 2,5 Miliar

Apr 08, 2021 19:24
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten MalangWahyu Hidayat(foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten MalangWahyu Hidayat(foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dalam tiga bulan terakhir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang telah banyak mengeluarkan anggaran bantuan tak terduga (BTT) hampir Rp 2,5 miliar. Hal itu tidak lepas dari beberapa bencana yang terjadi pada tahun 2021 ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat mengatakan bahwa bencana yang terjadi belakangan ini menjadi atensi khusus. Pasalnya, masyarakat sangat membutuhkan bantuan seperti pembangunan ulang bangunan. “Selama ini, BTT yang sudah terpakai hampir 50 persen dari anggaran awal,” kata dia, Kamis (8/4/2021).

Pada  2021 ini, Pemkab Malang menganggarkan BTT yang diperuntukkan bagi bencana alam senilai Rp 5 miliar. Tetapi baru tiga bulan berjalan, sudah banyak anggaran yang terserap. Anggaran itu di antaranya dipakai untuk pembenahan jembatan ambrol di Kasembon, Jabung dan Gedangan.

“Ini masih awal. Tidak ada yang tahu bencana apa lagi yang akan terjadi meski hal itu tidak kami harapkan,” kata pria yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Perumahan Rakyat (DPKPCK) Kabupaten Malang tersebut.

Oleh karena itu, Pemkab Malang berencana melakukan evaluasi terkait hal tersebut. Sebab, menurut Wahyu, saat ini pihaknya juga fokus melakukan realokasi dan refocusing anggaran terkait penanganan covid-19. Sehingga ia juga belum tahu apakah anggaran BTT bencana alam akan ditambah atau tidak.

“Sementara fokus kami ada di covid-19. Tapi BTT nanti akan tetap kami bahas dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) dan dewan,” ungkap Wahyu.

Menurut Wahyu, ada beberapa cara untuk menyiasati keterbatasan anggaran untuk penanganan bencana. Salah satunya dengan melakukan kolaborasi dengan beberapa instansi terkait untuk memberikan sosialisasi pencegahan bencana sekaligus penanganannya.

“Dengan begitu, penanganan bencana tetap bisa teratasi,” pungkas Wahyu sekaligus menyebut instansi yang bisa berkolaborasi seperti Perhutani dan pemerintah desa (pemdes).

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Bambang Istiawan mengaku bahwa musim hujan tahun ini cukup membuat banyak bencana. Ia menyebut bahwa selama tiga bulan terakhir, sudah lebih dari 60 bencana terjadi. “Tapi kemungkinan saat masuk musim kemarau bencana alam akan sedikit mereda,” ucap dia.

Bambang menyebut bahwa ada beberapa daerah di Kabupaten Malang yang patut diwaspadai terkait bencana alam. Sehingga dalam hal ini pihaknya terus melakukan pemantauan melalui pos lapangan (poslap) yang didirikan dengan fungsi penyampaian informasi sehingga penanganan lebih cepat ketika terjadi bencana. “Poslap ada 4, di Kecamatan Ngantang, Tumpang, Tirtoyudo, Gedangan,” jelasnya. 
 

Topik
bencana di kabupaten malanganggaran bencana alamKabupaten MalangPemkab Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru