Alumni Unikama Ciptakan Platform E-Commerce Blantix, Jangkau Peternak Lokal Indonesia

Apr 08, 2021 18:19
Sosok Alumni Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) yakni Armando Orlan SPd yang telah ciptakan platform e-commerce Blantix untuk jangkau peternak lokal Indonesia. (Foto: Istimewa) 
Sosok Alumni Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) yakni Armando Orlan SPd yang telah ciptakan platform e-commerce Blantix untuk jangkau peternak lokal Indonesia. (Foto: Istimewa) 

MALANGTIMES - Dengan perkembangan teknologi yang terus maju, salah seorang alumni Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) yakni Armando Orlan SPd menciptakan sebuah platform e-commerce bernama Blantix yang ditujukan untuk membantu proses perdagangan ternak lokal Indonesia. 

Pembuatan aplikasi e-commerce Blantix merupakan hasil dari bimbingan langsung oleh BEC (Business Economic Center) Unikama yang dilatih oleh coach Jacobus Wiwin Kuswinardi ST MKom. 

Armando yang bertindak sebagai CEO (Chief Executive Officer) platform Blantix mengatakan bahwa para peternak lokal Indonesia baik sapi maupun kambing dapat menggunakan aplikasi yang diciptakannya tersebut untuk proses perdagangan. 

Selain itu, menurut Armando bahwa sebelumnya dengan konsep penjualan di dunia peternakan Indonesia seringkali mengalami permasalahan kesulitan mendapatkan end customer dan harga juga tidak menentu. 

"Dari permasalahan tersebut terciptalah aplikasi Blantix. Dengan adanya aplikasi ini bisa membantu para penjual hewan ternak agar menemukan customer dengan bantuan knowledge management system berbasis kecerdasan buatan agar menggapai customer lebih luas lagi jangkauannya," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima MalangTIMES.com, Kamis (8/4/2021). 

Platform e-commerce asli ciptaan anak bangsa ini ternyata juga telah mendapatkan prestasi yang luar biasa. Blantix dinobatkan menjadi peraih juara dua dari Grant Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) dalam event Youth Co:Lab Indonesia. 

Event yang diadakan oleh United Nations Development Programme (UNDP) bekerjasama dengan Citi Foundation, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). 

"Event ini bertujuan untuk memberikan dampak sosial untuk mengatasi permasalahan masyarakat yang ada di Indonesia Timur. Kegiatannya berlangsung sejak bulan November tahun 2020 sampai Maret 2021," ujarnya. 

Sebenarnya dikatakan Armando bahwa dirinya kurang paham terkait aspek-aspek penilaian dari event tersebut. "Namun secara umum kompetisi Start Up dapat dilihat dari beberapa aspek baik itu inovation business model, social impact, team, dan skill pitching," terangnya. 

Dengan torehan juara dua tersebut, disebutkan Armando bahwa Blantix mendapatkan kesempatan untuk terlibat aktif dalam upaya penyelesaian permasalahan bidang pembangunan agriculture di wilayah Indonesia. Di mana untuk relasi juga telah disediakan melalui UNDP. 

Pria yang juga merupakan pendiri PT. Teknologi Indonesia Ciptahardya ini merasa bangga atas platform Blantix yang dapat benar-benar menjadi salah satu Start Up yang membantu pembangunan agriculture di Indonesia. 

"Dapat dipercaya terlibat pembangunan agriculture di Indonesia merupakan kebanggaan tersendiri, untuk saya selaku alumni Unikama. Dengan memperoleh juara ini saya bisa mengharumkan nama Unikama di lingkungan Start Up," tandasnya. 

Terakhir, Armando juga berharap agar para adik tingkatnya yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Unikama minimal dapat meneruskan perjuangannya sebagai Alumni Unikama yang sukses. Serta diharapkan agar BEC Unikama dapat melahirkan Start Up baru untuk membantu penuntasan permasalahan di segala aspek yang ada di Indonesia.

Topik
Mahasiswi UnikamaAlumni UnikamaUnikamainovasi unikama
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru