Songsong Pemulihan Ekonomi, Bappeda Gelar Rembuk Ekonomi Kreatif

Apr 08, 2021 12:12
Kegiatan Rembuk Ekonomi Kreatif Bappeda Kota Malang, di Ijen Suites Hotel, Kamis (8/4/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Kegiatan Rembuk Ekonomi Kreatif Bappeda Kota Malang, di Ijen Suites Hotel, Kamis (8/4/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pemkot Malang terus berupaya memulihkan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Sektor ekonomi kreatif (Ekraf) menjadi salah satu yang dibidik guna terus mengoptimalkan pertumbuhan perekonomian.

Namun, hal itu tidaklah bisa dilakukan tanpa sistem kolaborasi yang mumpuni. Karenanya, 17 subsektor Ekraf diajak saling berkolaborasi dalam membuat kreasi-kreasi menarik menyongsong pertumbuhan ekonomi di Kota Malang.

Hal inilah, yang kemudian diinisasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang, untuk mengumpulkan para pelaku Ekraf dalam Rembuk Ekonomi Kreatif di Ijen Suites Hotel, Kamis (8/4/2021).

Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Bappeda Kota Malang Sudarso mengatakan kolaborasi antar subsektor ini nantinya guna saling menumbuhkan perekonomian antar sesama.

"Dalam konteks 17 subsektor Ekraf ini, kami berharap mari kita buatkan database, kita evaluasi, kita kurasi agar kita tahu masing-masing subsektor ini ada ekosistemnya," katanya.

Di bidang IT misalnya, menurutnya akan bisa mengembangkan sektor-sektor lainnya termasuk dalam dunia usaha. Tetapi, hal itu harus ada kolaborasi pentahelix (Akademisi, Pebisnis, Pemerintahan, Komunitas, Media).

"IT ini misalnya, komunitasnya siapa, dunia usahanya siapa, perguruan tingginya mana. Lalu, untuk lingkup pemerintahnya seperti apa. Kalau berkolaborasi, saya yakin Kota Malang akan luar biasa," terangnya.

Adapun ke 17 subsektor Ekraf tersebut di antaranya, musik, game, kuliner, aksitektur, desain grafis, desain komunikasi visual, film, fotografi, seni rupa, seni pertunjukan, kriya, game developer, aplikasi, game dan lainnya.

Lebih jauh, Kasubid Perencanaan Ekonomi dan Keuangan Bappeda Kota Malang Agung H Buana menambahkan, dalam pemulihan ekonomi saat ini dengan mnggerakkan perekonomian di Kota Malang melalui sub sektor Ekraf.

"Karenanya kita kumpulkan 17 subsektor ini, untuk kita rembuk, langkah apa yang akan kita lakukan ke depan. Termasuk kendala-kendala apa yang sering muncul untuk pengembangan ekonomi kita bersama," jelasnya.

Termasuk, langkah ini juga untuk melakukan evaluasi kembali terkait road map pengembangan Ekraf di Kota Malang tahun 2016-2022 mendatang. Di mana, di tahun 2021 ini perlu ada evaluasi untuk penyusunan road map industri kreatif ke depannya.

"Nah, sekarang itu kan  sudah tahun 2021.

Kita perlu evaluasi, seperti apa, dokumen road map itu. Apakah kita perlu pengembangan, apakah perlu juga pemanfaatan jejaring ini ke depannya," paparnya.

Sehingga, dari sub sekto unggulan yang ada, nantinya dikatakan Agung, bisa untuk dikolaborasikan semuanya guna pemulihan ekonomi nasional. Yang mana, dalam pembuatan road map di tahun berikutnya ke 17 sub sektor bisa secara keseluruhan dijalankan. "Karena kemarin yang dikembangkan lebih kepada sektor unggulan. Kita gerakkan bersama 17 subsektor masuk di road map utuh, sehingga bisa kolaborasi untuk pemulihan ekonomi nasional," tandasnya.

Topik
Bappeda Kota MalangEkonomi KreatifPemkot MalangBadan Perencanaan Pembangunan Daerah

Berita Lainnya

Berita

Terbaru