Ruwat Nagari Kota Malang 2021, Wali Kota Sutiaji Sampaikan 4 Unsur Bermakna pada Manusia

Apr 08, 2021 10:16
Wali Kota Malang Sutiaji saat memberikan sambutan pembukaan kegiatan Ruwat Nagari Kota Malang 2021 di Gedung Kesenian Gajayana, Rabu (7/4/2021) malam. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Wali Kota Malang Sutiaji saat memberikan sambutan pembukaan kegiatan Ruwat Nagari Kota Malang 2021 di Gedung Kesenian Gajayana, Rabu (7/4/2021) malam. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Memperingati HUT (Hari Ulang Tahun) ke-107 Kota Malang, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelar Ruwat Nagari Kota Malang 2021 di Gedung Kesenian Gajayana, Kelurahan Kasin, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Rabu (7/4/2021) malam. 

REV-01-130243a900ab9eeb8.png

Malam Ruwat Nagari ini dihadiri Wali Kota Malang Sutiaji beserta Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko. Hadir juga Suyitno Wali Kota Malang periode 1998-2003, dan Peni Suparto Wali Kota Malang periode 2003-2013. Selain itu juga dihadiri Ketua TP (Tim Penggerak) PKK Kota Malang Widayati Sutiaji dan Wakil Ketua I TP PKK Kota Malang Elly Estiningtyas Sofyan Edi Jarwoko. 

logo-HUT-KOTA-MALANG99fc3149a4f144af.png

Selain itu perwakilan jajaran Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) juga tampak hadir dan para pejabat Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Kota Malang. 

Ruwat-Nagari-Kota-Malang-2021-196a19282bb70a060.jpg

Dalam sambutannya, Sutiaji menyampaikan beberapa hal utama yang terdapat pada diri manusia dan harus menjadi renungan bersama seluruh elemen masyarakat Kota Malang yang saat ini sedang bersama-sama berupaya melawan pandemi Covid-19. 

"Ada empat unsur pada manusia, satu mungkin yang menguasai dan tidak menyeimbangkan antar unsur-unsur yang ada pada diri manusia. Pada diri kita ada unsur api, pada diri kita ada unsur tanah, pada diri kita ada unsur angin dan pada diri kita ada unsur air," ujarnya. 

Orang nomor satu di Pemerintahan Kota Malang ini menuturkan bahwa keempat unsur yang ada pada diri manusia tersebut harus saling membagi sesuai dengan karakter dan fungsinya masing-masing. Di mana pada saat ini, semua manusia ditunjukkan bagaimana keempat unsur ini berperan. 

"Yang menunjukkan kapan api berfungsi, menyemangati kita semua. Kapan angin mempunyai fungsi membuat kehidupan kita sejuk. Kapan air mendinginkan sesuatu yang panas, serta bagaimana tanah bisa mendominasi diri kita bahwa kita selalu mempunyai jasad yang luar biasa dan tidak pernah kita merasa sombong," terangnya. 

Ruwat-Nagari-Kota-Malang-2021-2-1db2f72f9952796a0.jpg

Lanjut Sutiaji bahwa bertepatan juga dengan agenda Ruwat Nagari Kota Malang yang diselenggarakan pada tanggal 7 untuk memperingati HUT Kota Malang yang ke-107 tahun, terdapat makna mendalam pada angka-angka tersebut. 

"Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun yang ke-107, angka 7 saya beragama Islam, ada keistimewaan yang luar biasa. Al-Fathihah itu adalah 7 ayat. Langit diciptakan oleh Allah shafnya ada 7. Ketika kita tawaf putaran kita juga 7. Ketika kita Sa'i juga 7 kali. Itu artinya ada rahasia dibalik 7 itu," ujarnya. 

Bersamaan dengan peringatan HUT Kota Malang yang ke-107 tahun, disampaikan Sutiaji bahwa banyak para sesepuh dan tetuah datang kepadanya, banyak budayawan dan seniman yang datang kepadanya, untuk terus-menerus berdoa dan tidak memiliki tendensi apapun. 

"Mudah-mudahan tatanan alam semesta ini berjalan sesuai dengan warna apa yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Atas nama warga Kota Malang  mengucapkan ribuan terima kasih karena saat ini kita disadarkan hilangkan ego diantara kita semua," ungkapnya. 

Sementara itu, dalam peringatan HUT Kota Malang yang ke-107 tahun, mengambil tema tentang berbagi dan peduli. Dikatakan Sutiaji bahwa harus ada pembagian peran. Dan juga tidak mungkin seorang manusia itu berbagi jika tidak memiliki rasa kepedulian diantara kita semua. 

2Ruwat-Nagari-Kota-Malang-2021-38734e7abccbd85c3.jpg

"Kita minta kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kita ruwat bersama-sama, menyadarkan diri kita semua. Bahwa ada yang kuasa diatas kekuasaan manusia. Ada yang lebih perkasa diatas keperkasaan manusia. Ada yang lebih hebat, diatas kehebatan personal maupun institusi yang ada didunia," ucapnya. 

Sutiaji juga mengingatkan bahwa seluruh manusia itu dhoif atau kecil. Namun, semua dapat menjadi besar jika semua manusia dapat bersama-sama bergandengan tangan. Alam semesta juga telah menunjukkan kepada manusia bahwa kehidupan dapat bermakna ketika dapat berbagi rasa. "Semakin hari kepedulian kita angkat. Dan semakin hari jati diri kita akan terus kita kuatkan melalui pendalaman dan pengamalan keagamaan yang kita yakini," katanya. 

Sutiaji juga mengucapkan banyak terima kasih kepada para pendahulu dan sesepuh pemipin Kota Malang yang telah menananmkan nilai-nilai tatanan kebaikan, mencontohkan kreativitas dan inovasi. 

"Kami-kami semua hanya tinggal meneruskan perjuangan-perjuangan yang sudah ditanam oleh pendahulu-pendahulu kami. Ada Pak Yit (Suyitno, red), ada Pak Peni (Peni Suparto, red), ada Abah Anton (Moch. Anton, red). Ayo tularkan kebaikan, viralkan kesejahteraan dan mudah-mudahan damai menyertai bumi Arema yang kita cintai," terangnya. 

"Malang Kucecwara menggema dari Malang untuk Indonesia dan dunia. Dan mudah-mudahan cita asa yang luar biasa yang menggelora dari Malang mudah-mudahan akan membawa kesejahteraan dan kemakmuran yang ada di Indonesia," pungkasnya. 

Topik
Ruwat Nagari Kota Malang 2021wali kota sutiajiHUT ke 107 Kota MalangPemkot Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru