Webinar Internasional, Dubes RI untuk Arab Saudi Dukung Islam Wasathiya Unisma

Apr 07, 2021 18:44
Zuhairi Misrawi, Duta Besar RI untuk Arab Saudi selaku Keynote Speaker Webinar Islam Wasathiya sebagai Basis Membangun Budaya dan Peradaban untuk Perdamaian Dunia, Rabu (04/07/2021)
Zuhairi Misrawi, Duta Besar RI untuk Arab Saudi selaku Keynote Speaker Webinar Islam Wasathiya sebagai Basis Membangun Budaya dan Peradaban untuk Perdamaian Dunia, Rabu (04/07/2021)

MALANGTIMES - Universitas Islam Malang (Unisma) mengadakan webinar bertajuk “Webinar Internasional, Islam Wasathiya Sebagai Basis Membangun Budaya dan Peradaban untuk Perdamaian Dunia” yang diselenggarakan pada hari Rabu (07/04/2021).

Webinar tersebut mendatangkan Zuhairi Misrawi, Duta Besar RI untuk Arab Saudi selaku Keynote Speaker. Dengan welcome speech Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si serta dihadiri para pimpinan dari Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) seluruh Indonesia.

Di usianya yang memasuki 40 tahun, Unisma membawa misi Islam Rahmatan Lil Alamin, Islam Wasathiya, dan Islam Multikultural yang sesuai dengan harapan para ulama, kyai, dan cendikiawan muslim yang menjadi para pendiri atau founding fathers dari Unisma. Dalam pengembangan Islam Wasathiya di Arab Saudi Unisma siap untuk memberikan dukungan penuh.

“Unisma memiliki lebih dari 15.000 mahasiswa dari 34 negara termasuk Mesir, Libya, Turki, Tajikistan, dan Arab Saudi. Selama dua tahun berturut-turut, kami menerima tenaga pengajar dari Arab Saudi yang mengajar bahasa Arab di Unisma,” ujar Maskuri.

Melanjutkan sambutannya, Maskuri juga menyampaikan bahwa saat ini Unisma sedang mengembangkan Islam Wasathiya atau Islam yang harmonis, toleran, berperilaku secara proporsional menerapkan amar ma’ruf nahi munkar.

“Dengan hadirnya Islam non mainstream di negara kita akan menjadi persoalan bagi Islam Nusantara atau kita sebut Islam mainstream, namun bagaimanapun Islam mainstream harus tetap bertahan di negara tercinta. Dengan segala kekuatan yang ada, alumni UNISMA yang insyaaAllah akan menjadi ambassador-ambassador di tengah kehidupan masyarakat untuk membawa Islam mainstream sehingga tanah air akan tetap damai dan toleran menjaga kebhinnekaan di Indonesia," tambah Maskuri.

Maskuri berharap silaturahmi ini dapat menjadi tonggak terciptanya kerja sama oleh Unisma dan Kedutaan Besar RI untuk Arab Saudi guna membangun peradaban yang damai, berbudaya, dan bertoleransi tinggi.

Sedangkan Zuhairi Misrawi, Duta Besar RI untuk Arab Saudi menyetujui visi Islam Moderat harus menjadi trademark dari Unisma. Ia melihat bahwa Islam Moderat menjadi pilar yang kokoh untuk menopang nasionalisme melihat Indonesia merupakan negara plural yang terdiri dari berbagai agama, suku, bahasa, dan tak terkecuali afiliasi politik.

“Dalam Islam sendiri juga plural, mazhab dan ormasnya juga plural. Jadi memang sikap moderat itu adalah sunnah, kita harus senantiasa mencari jalan tengah dan Indonesia merupakan jalan tengah itu,” ujar Zuhairi. 

Zuhairi menegaskan bahwa terdapat fenomena infiltrasi paham keislaman transnasional ke dalam keagamaan di tanah air dengan membawa ideologi dan paham yang mengancam nasionalisme dan ekspresi keagamaan di Indonesia. Terlebih lagi politik identitas yang memecah belah bangsa. Kedua fenomena ini harus disikapi dengan melihatnya dari sudut pandang relevansi dengan cita-cita dan kondisi sosial politik yang ada di Indonesia serta berlandaskan Pancasila.

Menurutnya, definisi Islam Moderat adalah Islam yang membawa 4 spirit antara lain spirit keagamaan, spirit kebangsaan, kebhinnekaan, dan kemanusiaan.

“Juru bicara Islam Moderat itu memang Unisma dan kader-kader NU karena aqidahnya ada, fiqihnya ada, dan tasawufnya juga ada tak lupa juga memiliki 4 spiritnya,” tutur Zuhairi.

Topik
Kampus UnismaUniversitas Islam Malangwebinar unismaunisma malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru