Tingkatkan Kesejahteraan Disabilitas, Disnaker Kabupaten Malang Beri Pelatihan Khusus

Apr 07, 2021 15:26
Kepala Disnaker Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo (duduk pegang mic) saat memberikan sambutan kepada penyandang disabilitas (foto: istimewa)
Kepala Disnaker Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo (duduk pegang mic) saat memberikan sambutan kepada penyandang disabilitas (foto: istimewa)

MALANGTIMES - Demi meningkatkan kesejahteraan bagi penyandang disabilitas, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang bersinergi dengan berbagai instansi juga perusahaan swasta. Salah satunya melalui pelatihan pijat refleksi yang kali ini diselenggarakan bersama PT Gudang Baru.

Dalam kesempatan tersebut, Disnaker Kabupaten Malang menggandeng penyandang tuna netra yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pertuni (Persatuan Tuna Netra Indonesia) Kabupaten Malang. Setidaknya, sebanyak 25 penyandang tuna netra yang akan dilatih selama dua hari.

Kepala Disnaker Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo menjelaskan, pelatihan pijat refleksi itu digelar secara gratis. Semua biaya pelatihan ditanggung oleh pihak sponsor.

“DPC Pertuni Kabupaten Malang datang ke Disnaker menyodorkan proposal pelatihan memijat. Kemudian, Disnaker menggandeng PT Gudang Baru untuk melaksanakan pelatihan ini,” beber Yoyok saat membuka kegiatan yang dilaksanakan di Kantor DPC Pertuni, Kecamatan Pakis, Selasa (6/4/2021).

Sebelumnya, Yoyok selalu memberikan penekanan khusus kepada para perusahaan yang ada di Kabupaten Malang. Hal itu sering dilakukan ketika melakukan kunjungan ke perusahaan-perusahaan agar bisa memperkerjakan penyandang disabilitas sesuai dengan amanah UU nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Selain itu, belum lama ini Pemerintah Provinsi sudah meminta data perusahaan yang mempekerjakan disabilitas. “1 persen dari total pekerja untuk instansi swasta dan 2 persen dari total karyawan untuk BUMN atau instansi pemerintah,” kata Yoyok.

Lanjut Yoyok, tujuan pemberian pelatihan pijat refleksi ini adalah untuk memberikan bekal soft skill bagi para penyandang disabilitas. Hal itu bisa dimanfaatkan penyandang disabilitas untuk memberikan peluang bagi para penyandang disabilitas buta bisa meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan.

“Kalau tidak bisa bekerja di perusahaan kan bisa wirausaha. Ini kan diberi pelatihan bisa menjadi lahan untuk berwirausaha juga,” pungkas Yoyok.

Topik
Disnaker Kabupaten MalangKabupaten MalangYoyok Wardoyopelatihan tuna netra

Berita Lainnya

Berita

Terbaru