Reklame Rokok Nangkring di Tugu Pesawat Suhat, Disnaker-PMPTSP: Masih Belum Berizin

Apr 07, 2021 14:08
Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang Erik Setyo Santoso ST MT saat ditemui MalangTIMES.com usai menghadiri kegiatan di Balai Kota Malang, Rabu (7/4/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang Erik Setyo Santoso ST MT saat ditemui MalangTIMES.com usai menghadiri kegiatan di Balai Kota Malang, Rabu (7/4/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Bangunan iklan reklame rokok di kawasan Tugu Pesawat Jalan Soekarno Hatta (Suhat), Kota Malang tampaknya saat ini menjadi perbincangan masyarakat. Pasalnya, bangunan yang sebelumnya tampak patung pesawat dengan dikelilingi tanaman tersebut sekarang sudah tertutup sebagian dengan iklan reklame rokok. 

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang Erik Setyo Santoso ST MT mengatakan bahwa terkait perizinan bangunan iklam reklame rokok teraebut, ternyata belum memiliki izin. 

"Kalau saat ini belum berizin dari kami. Pengajuan ada, tapi masih belum berizin, masih berproses," ujarnya kepada MalangTIMES.com usai menghadiri kegiatan di Balai Kota Malang, Rabu (7/4/2021). 

Ketika disinggung mengenai Disnaker-PMPTSP Kota Malang yang kecolongan terkait adanya bangunan iklan reklame rokok di Tugu Pesawat Suhat, Erik mengatakan bahwa terdapat beberapa proses yang memang harus dilalui.

"Kalau prosesnya itu memang ada proses panjang dalam satu hal. Disini prosesnya kan diawali dengan adanya perjanjian sewa dulu. Sewa aset barang milik daerah. Ini prosesnya ada di BKAD. Kemudian setelah itu ada proses-proses di dinas teknis. Terus kemudian setelah itu proses perizinannya ada di Disnaker-PMPTSP," jelasnya.

Terkait tahapan-tahapan tersebut, kata Erik bahwa proses perizinan di Disnaker-PMPTSP Kota Malang masih belum dilakukan oleh pihak yang bersangkutan. "Masih pengajuan. Masih kita periksa kelengkapan-kelengkapan pengajuannya," katanya. 

Terkait tanggal pengajuan dari pihak yang yang berwenang dalam mendirikan bangunan iklan reklame rokok, disampaikan Erik bahwa dirinya tidak hafal. Namun perkiraan masih baru pekan kemarin. "Ndak hafal saya. Mungkin baru minggu kemarin kayaknya," tuturnya. 

Tindakan yang dilakukan untuk sementara ini oleh Disnaker-PMPTSP Kota Malang yakni memberikan informasi kepada jajaran Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja). "Jadi ini tadi informasi dari Satpol PP besok akan dipanggil untuk dimintai keterangan dan dilihat prosesnya," terangnya. 

Pria yang gemar berolahraga ini juga mengatakan bahwa pihaknya hingga sampai saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh jajaran petugas Satpol PP Kota Malang.

"Nanti kita lihat hasil pemeriksaannya di Satpol PP ya. Pastinya kan ada sanksi-sanksi kumulatif juga dari pertimbangan dari pemeriksaan Satpol PP. Kalau sanksinya itu diatur oleh PPNS nya Satpol PP. Dari penyidiknya Satpol PP," bebernya.

Untuk mencegah terjadinya peristiwa pembangunan-pembangunan yang tidak memiliki izin, Disnaker-PMPTSP Kota Malang akan terus menjalin koordinasi dengan pihak-pihak terkait. 

"Kalau terkait dengan bangunan-bangunan yang belum berizin, Disnaker-PMPTSP pastinya menjalin hubungan dengan perangkat daerah, perangkat daerah teknis yang membidangi. Termasuk salah satunya Satpol PP," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Malang Priyadi mengatakan, bahwa terkait permasalahan pembangunan iklan reklame rokok di seputaran Tugu Pesawat Suhat, yang berwenang memberikan pendapat yakni Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Malang Hadi Santoso. 

"Begini mas itu wes ke Pak Sekda. Tadi aku wes di telepon Pak Sekda terkait dengan itu yang berbicara Pak Sekda. Jadi satu bahasa. Lewat pintu dari Pak Sekda. Sudah sepakat tadi," ujarnya kepada MalangTIMES.com. 

Sedangkan terkait bangunan iklan reklame rokok di seputaran Tugu Pesawat Suhat yang siang ini sudah ditutup oleh kain, Priyadi membenarkan bahwa penutupan tersebut sudah melalui kesepakatan antara dirinya bersama Plt Sekretaris Daerah Kota Malang. 

"Iya Pak Sekda tadi dengan saya (komunikasi, red) juga langsung ditutup itu tadi (bangunan iklan reklame rokok, red)," pungkasnya.

Topik
Disnaker PMPTSP Kota MalangErik Setyo SantosoKota MalangIklan Rokokkawasan suhat

Berita Lainnya

Berita

Terbaru