Aksi di Depan Rumah Dinas Wali Kota Sutiaji, Aremania MMGA Ingin Hanya Ada Satu Arema

Apr 06, 2021 21:19
Tampak beberapa orang tidak dikenal menyalakan flare didepan rumah dinas Wali Kota Malang Sutiaji, Senin (5/4/2021). (Foto: Instagram @pembangkang_2lisme) 
Tampak beberapa orang tidak dikenal menyalakan flare didepan rumah dinas Wali Kota Malang Sutiaji, Senin (5/4/2021). (Foto: Instagram @pembangkang_2lisme) 

MALANGTIMES - Aremania Make Malang Great Again (MMGA) angkat bicara terkait penyampaian aspirasi di rumah dinas Wali Kota Malang Sutiaji pada Senin (5/4/2021) sekitar pukul 17.40 WIB.

Perwakilan pergerakan Aremania MMGA Andi Sinyo mengatakan bahwa pelemparan kertas berbentuk pesawat yang berisikan isu dualisme Arema serta penyalaan flare di luar rumah dinas Wali Kota Malang merupakan aksi spontanitas dari Aremania yang menuntut agar segera terselesaikan permasalahan dualisme Arema. 

"Terkait aksi kemarin adalah dari simpatisan yang bergerak secara spontanitas. Gerakan itu banyak orang, itu dari grassroot kami. Intinya MMGA ingin membuat Malang seperti dulu lagi. Karena pergerakan kami bergerak secara spontanitas dari grassroot yang peduli dengan Arema," jelasnya kepada MalangTIMES.com, Selasa (6/4/2021). 

Pria yang akrab disapa Sinyo ini mengatakan, terkait permasalahan dualisme Arema yang kurang lebih sudah terjadi sekitar 10 tahun ini dapat terselesaikan dengan aksi dari Wali Kota Malang Sutiaji untuk berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait. "Pak Wali itu bisa berkomunikasi dengan banyak pihak, termasuk PSSI dengan Menpora dan dengan dua kepala daerah lainnya di Malang Raya. Kami harapkan lobi-lobi dari pak Wali bisa jalan. Cuma itu saja," ungkapnya. 

Selain itu Sinyo mengatakan bahwa tindakan spontanitas dengan melemparkan kertas berbentuk pesawat dan penyalaan flare di luar rumah dinas Wali Kota Malang merupakan salah satu upaya Aremania untuk menagih janji Sutiaji. 

Sinyo juga menyatakan bahwa sebelumnya juga telah dilakukan Aksi Damai II MMGA yang dari aksi tersebut tidak kunjung ditanggapinya tuntutan-tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut. "Ya mungkin Aksi Damai II itu. Kami membubarkan diri karena dijanjikan oleh pihak kepolisian akan di mediasi dengan Wali Kota untuk mengusut tuntas dualisme Arema. Tapi sampai saat ini belum ada kejelasan," terangnya. 

Lebih lanjut Sinyo menuturkan bahwa pihaknya bersama Aremania yang lain dalam gerakan Aremania MMGA akan terus berjuang hingga di Malang hanya ada satu Arema. "Arema ini kan lahirnya dulu dari Kota Malang dulu. Tapi kalau kita berbicara Arema memang lingkupnya Malang Raya. Tidak menutup kemungkinan arah kami ke sana. Akan diawali dulu dari sini," ujarnya. 

Selain itu, Sinyo juga mengatakan bahwa pihaknya juga terlah berupaya untuk menyurati berbagai pihak untuk turut serta membantu penyelesaian dualisme yang terjadi di tubuh Arema. "Kita sudah berkirim surat ke semua pihak. Mulai dari kepolisian, dandim, Wali Kota Malang, Wali Kota Batu, Kabupaten Malang, Gubernur, BOPI, DPD RI, FIFA sampai Cak Nun," tandasnya. 

Terakhir Sinyo mewakili orang-orang di dalam pergerakan Aremania MMGA berharap agar klub sepak bola warga Malang dapat menjadi satu dan kembali seperti dulu lagi dengan menorehkan berbagai prestasi di dunia sepak bola Indonesia hingga dunia.

Topik
Berita MalangDualisme AremaSatu AremaSutiajiandi sinyommgamake malang great againaremania mmga

Berita Lainnya

Berita

Terbaru