Respons Insiden di Depan Rumah Dinas, Wali Kota Malang Sutiaji Beber yang sudah Dilakukan

Apr 06, 2021 19:25
Wali Kota Malang Sutiaji saat ditemui MalangTIMES.com usai melakukan agenda di Aula Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Senin (5/4/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji saat ditemui MalangTIMES.com usai melakukan agenda di Aula Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Senin (5/4/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Wali Kota Malang Sutiaji cukup berlapang dada menyikapi insiden pelemparan kertas dan penyalaan flare di luar rumah dinas oleh beberapa orang tidak dikenal pada hari Senin (5/4/2021) sekitar pukul 17.40 WIB. Dia menilai aksi pelemparan kertas berbentuk pesawat serta penyalaan flare tersebut tak lebih dari upaya untuk menyampaikan pesan kepada dirinya. 

"Jadi saya sampaikan bagi kami tidak masalah. Kesannya seakan-akan rumah kita kan dilempar ternyata tidak. Dia hanya mengirimkan pesan ya, dan flare ditaruh di luar pagar gitu ya," ungkapnya kepada MalangTIMES.com usai menghadiri acara di Hotel Santika Malang, Selasa (6/4/2021). 

Orang nomor satu di Pemerintahan Kota Malang ini mengatakan bahwa jika tindakan yang dilakukan oleh beberapa orang tidak dikenal tersebut untuk mengingatkan pihaknya. "Saya sampaikan itu menurut saya biasa ya. Cuma itu bahasa-bahasa arema ya, pak arema loh terbelah jadi dua dan seterusnya. Jadi yang disampaikan itu untuk mengingatkan pak wali," ujarnya. 

Meski demikian, Sutiaji menyatakan rencananya hari ini akan memanggil penanggung jawab atas aksi spontanitas yang dilakukan oleh orang-orang tidak dikenal tersebut di rumah dinas Wali Kota Malang di Jalan Ijen Nomor 1, Kecamatan Klojen, Kota Malang. "Pak sek (Plt. Sekretaris Daerah, red) hari ini rencananya mau memanggil yang penanggung jawabnya ya," ungkapnya. 

Lebih lanjut Sutiaji juga mengatakan bahwa sebelumnya telah melakukan upaya-upaya untuk penyelesaian konflik di seputaran tim sepakbola Arema. 

"Saya sudah minta Pak Wasto selaku Sekda dulu dengan Bakesbang datang ke Kumham yang di sana sudah ada pembekuan yayasan. Waktu itu saya menjanjikan kan yayasannya gimana. Sudah saya sampaikan bahwa sekarang dibekukan dan sudah kami beberapa bulan lalu mungkin satu bulan lalu kami juga sampai vidcon dengan Plt Sekjen PSSI," terangnya. 

Lanjut Sutiaji bahwa beberapa daerah yang pernah mengalami kasus hampir sama terkait adanya kasus tim sepakbola yang terbelah menjadi dua dapat terselesaikan. Namun di Kota Malang masih belum dapat terselesaikan. "Kenapa daerah-daerah lain sudah ada yang bisa menyelesaikan masalah tapi di sini belum. Tapi konteksnya menurut beliau, itu kan dua ya. Dua-dua nya ini diakui PSSI," katanya. 

Kata Sutiaji bahwa jika terkait permasalahan di internal manajemen tim sepakbola Arema bukan ranah dirinya. "Itu kan bukan di ranah kami. Ranah kami itu kan hanya bisa menjelaskan bagaimana sih sesungguhnya masyarakat juga bisa tahu. Tapi kalau sudah di internal manajemen dan yayasan itu bukan domain kami dan itu urusan lain," terangnya.

Sementara itu, Sutiaji pun mengingatkan kepada semua pihak untuk bersabar terlebih dahulu. Karena tidak bisa semua pihak menekan dan menuntut harus selesai permasalahan dalam waktu yang singkat. "Itu kalau urusan ada di kami bisa. Ini kan urusan banyak orang. Sementara saya menghubungi Pak Muhammad Nur dan ini tidak bisa dihubungi lagi," katanya. 

"Artinya pada waktu di sana teleponnya tidak diangkat ya, terus melalui orang dekatnya katanya keluarganya sudah tidak bisa. Mohon bapak jangan diusik ketenangannya," tandasnya.

Topik
Wali Kota MalangSutiajikonflik aremaKota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru