Mahasiswa dan Akademisi Jadi Sasaran Perluasan Literasi Perdagangan Komoditi Berjangka

Apr 06, 2021 16:20
Dari kiri, Dirut JFX, Stephanus Paulus Lumintang, Wali Kota Malang Sutiaji, Pimpinan BPF Malang Andri dan Kepala Bappeti Sidharta Utama (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Dari kiri, Dirut JFX, Stephanus Paulus Lumintang, Wali Kota Malang Sutiaji, Pimpinan BPF Malang Andri dan Kepala Bappeti Sidharta Utama (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (UB) disasar untuk mendapatkan literasi perdagangan berjangka komoditi. Sebab, ke depan profesi Wakil Pialang Berjangka (WBP) merupakan profesi yang menjanjikan, namun saat ini masih minim peminat.

WPB melaksanakan kegiatan usaha Pialang Berjangka tempat ia bernaung. Pialang Berjangka sendiri adalah badan usaha yang melakukan kegiatan jual beli komoditi berdasarkan Kontrak Berjangka atas amanat nasabah dengan menarik sejumlah uang dan atau surat berharga tertentu sebagai margin untuk menjamin transaksi tersebut.

Dalam kegiatan bertajuk Futures Trading Learning Center ini Universitas Brawijaya mengambil tema "Peluang Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi di Era 4.0 dan Membangun Masa Depan dengan Profesi Menjanjikan", Jakarta Futures Exchange (JFX), Kliring Berjangka Indonesia (KBI), Bestprofit Futures (BPF) Malang. Para mahasiswa mendapatkan kuliah umum dari Dirut JFX, Stephanus Paulus Lumintang dan juga Dirut KNI Persero, Fajar Wibhiyadi.

Dalam paparannya, Dirut JFX, Stephanus Paulus Lumintang mengatakan, jika ini bagian dari Futures Trading Learning Center yang ada di JFX yang memang menyasar kaum akademisi maupun mahasiswa. Mereka merupakan salah satu human capital investment di dunia perdagangan komoditi berjangka.

"Kegiatan ini kita fokuskan tentang pengetahuan Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK), baik dari manfaat, fungsi dan peran, serta legalitas dari industri ini untuk kemajuan di masa yang akan datang," bebernya.

Dirut KBI Persero, Fajar Wibhiyadi menjelaskan, Futures Trading Learning Center merupakan bagian besar dari upaya represif berkelanjutan terkait perdagangan berjangka komoditi yang dilakukan oleh KBI. Sebagai lembaga kliring tentunya juga menjadi tanggung jawab KBI untuk melakukan sosialisasi atau edukasi kepada masyarakat terkait PBK.

"Harapan kami tentunya ke depan para mahasiswa yang mengikuti program ini dapat memahami industri ini secara baik. Selain itu, justru hal ini memiliki potensi besar untuk tumbuh yang tentunya bisa menjadi pilihan bekerja setelah para mahasiswa ini menyelesaikan pendidikan," terangnya.

Kajur Fakultas Ekonomi, Wildan Safitri, menambahkan, jika era pandemi saat ini, PBK merupakan investasi yang berkembang. Sehingga kedepannya pihaknya akan lebih memberikan pemahaman terkait hal tersebut. Dijelaskannya, jika investasi merupakan kunci peningkatan pertumbuhan dan pemulihan ekonomi.

"Ini juga bisa menjadi sebuah alat untuk pemerataan ekonomi masyarakat. Makanya, ke depan harus kita pikirkan agar lebih bisa dijangkau masyarakat. Saat ini mahasiswa lebih banyak harus berkolaborasi. Karena berkaitan dengan ekonomi, maka berkaitan dengan satu dan yang lain. Semakin banyak investasi, akan ada multiple efek yang semakin besar. Dan ini bisa menjadi pendapatan negara dari sektor pajak," terangnya.

Pimpinan BPF Malang, Andri menambahkan, Futures Trading Learning Center saat ini memang masih dengan Universitas Brawijaya. Namun ke depan, pihaknya akan lebih memperluas lagi literasi PBK dengan perguruan tinggi lainnya.

"Semoga bisa bertumbuh maju di tahun 2021. Kami harapkan ini bisa menambah wawasan baru bagi para mahasiswa. Mereka bisa mempunyai gambaran jika profesi WPB ke depan merupakan profesi yang menjanjikan," tuturnya.

Wali Kota Malang, Sutiaji, yang hadir dalam kegiatan tersebut sebagai narasumber, juga memaparkan hal yang senada dengan Andri. Dengan perluasan liteasi mengenai WPB kepada para mahasiswa, tentunya akan ada variatif lain dan pemikiran lain maupun perubahan mindset mahasiswa terhadap profesi yang mereka cita-citakan.

"Jadi mahasiswa jangan melulu berfikir jadi Aparatur Sipil Negara (ASN), masih ada profesi lainnya yang menjanjikan jika dipahami dengan baik, seperti halnya WPB," pungkasnya.

Topik
Profesi Wakil Pialang Berjangkawakil pialang berjangkapialang berjangkamahasiswa universitas brawijaya

Berita Lainnya

Berita

Terbaru