Sektor Ekonomi Kreatif Dominasi Penguatan UMKM di Kota Malang

Apr 06, 2021 15:44
Suasana Rakor Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang di Hotel Tugu, Selasa (6/4/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Suasana Rakor Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang di Hotel Tugu, Selasa (6/4/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Bidang ekonomi kreatif (Ekraf) menjadi salah satu yang mendominasi di Kota Malang. Pasalnya, salah satu penguatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tumbuh membaik melalui sektor tersebut.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang Sugiarto Kasmuri mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Kota Malang menunjukkan tren positif. Hal itu diketahui hingga Januari 2021 ini kredit tumbuh sebesar 1,86 persen secara year on year (yoy), menjadi Rp 20,43 triliun.

Kemudian, dana pihak ketiga (DPK), tumbuh sebesar 7,89 persen secara yoy, menjadi Rp 59,02 triliun. Sementara, kredit UMKM tumbuh sebesar 5,10 persen secara yoy hingga Januari 2021, menjadi Rp 6,71 triliun.

Potensi penguatan dari sektor UMKM berbasis Ekraf diakuinya yang paling kuat. Di mana, potensi ekraf di Kota Malang terbesar ada pada tiga bidang, di antaranya kuliner, aplikasi game developer dan animasi.

"Tiga bidang ini paling besar, hanya ada beberapa kendala. Seperti minimnya akses permodalan, sulitnya komersialisasi produk kreatif dan kolaborasi diantara stakeholder yang kompleks," jelasnya.

Lebih jauh, Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan, pemanfaatan ekraf di lingkup UMKM terus dioptimalkan. Seperti, dengan menjalin kolaborasi bersama antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), salah satunya Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang.

Lalu, penguatan dalam bidang inklusi keuangan yang dinilai juga bisa dilakukan melalui sektor ekonomi kreatif.  Yakni, melalui start up yang kini perlahan juga tengah dikembangkan di Kota Malang.

"Start up itu bisa dikerjakan tanpa harus kantor, cukup melalui HP, mampu mempublish melalui HP. Kalau ekraf bisa digunakan sebagai sasaran, akan menguatkan inklusi karena mempunyai jaringan luas. InsyaAllah akan menambah literasi juga," katanya.

Seiring dengan itu, kata Sutiaji, fasilitas bagi anak-anak kreatif di Kota Malang tengah diupayakan. Yakni, dengan dibangunnya Gedung Malang Creative Center (MCC) yang rencananya akan mulai dijalankan tahun ini.

Tempat tersebut nantinya bisa digunakan sebagai wadah pelaku industri kreatif dan UMKM untuk bisa menjalin kolaborasi. Baik itu dalam hal inovasi, pelatihan, pembelajaran, hingga konsep pemasaran produk.

"Nanti kaitannya dengan ekraf, UMKM ke depan basisnya kreativitas. Berseiring dengan itu, ketika nanti MCC sudah terbangun dan penggunannya dimaksimalkan di tahun 2023. Kami minta sekarang ditata, sehingga begitu selesai, manfaat dari infrastruktur itu bisa dimaksimalkan," pungkasnya.

Topik
Ekonomi Kreatifekraf kota MalangOJK MalangWalikota Malanggedung mccberita kota malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru