Pemulihan Ekonomi 2021, Kota Malang Optimalkan Digitalisasi

Apr 06, 2021 14:09
Suasana Rakor Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang di Hotel Tugu, Selasa (6/4/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Suasana Rakor Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang di Hotel Tugu, Selasa (6/4/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pemulihan ekonomi di Kota Malang tahun 2021 menjadi salah satu prioritas yang bakal dilakukan. Sederet program bahkan telah disiapkan oleh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Kota Malang guna memperkuat potensi perekonomian berkonsep digitalisasi.

Salah satunya, program akselerasi pembukaan rekening tabungan atau pembiayaan yang lebih mudah, cepat dengan berbiaya rendah melalui digitalisasi produk/layanan keuangan.

Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan, beberapa hal telah diprioritaskan dalam penyusunan roadmap TPKAD dan menjadi komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Dalam hal ini, kolaborasi antar institusi menjadi bagian dalam meningkatkan pemulihan ekonomi itu.

"Kami berharap, inklusi keuangan bisa mencapai 90 persen nasional. Sehingga, perlu kerja secara masif melalui OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait. Nantinya, Disdikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) dan berkolaborasi dengan cabang dinas berkaitan dengan masalah jasa keuangan," ujarnya saat mengisi Rakor TPKAD di Hotel Tugu Malang, Selasa (6/4/2021).

Di samping juga, kata Sutiaji, untuk mengoptimalkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), yakni dengan melibatkan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Dikopindag) Kota Malang. Hal itu, untuk melakukan sosialisasi, pendampingan dan pembinaan kepada pelaku usaha lokal terkait lembaga keuangan.

"Karena, saat ini masih ada banyak masyarakat yang belum paham terkait lembaga jasa keuangan yang juga harus dilakukan secara masif," tandasnya.

Lebih jauh, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang Sugiarto Kasmuri mengatakan, jika di tahun 2021 ini fokus pemulihan ekonomi menjadi program yang dilakukan TPKAD Kota Malang.

Adapun, sederet program-program yang terus digenjot, di antaranya, optimalisasi produk dan layanan keuangan, yang meliputi kredit usaha rakyat (KUR), simpanan pelajar, laku pandai, AUTP, AUTS dan Asnel, bank wakaf mikro (BWM). Kemudian, juga bakal dilakukan penguatan infrastruktur akses keuangan yang meliputi, pembentukan Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida), pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk membentuk unit usaha lembaga keuangan mikro (LKM) dan pengembangan desa binaan.

Selanjutnya, peningkatan literasi keuangan, yang meliputi sosialisasi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS), Asnel, laku pandai, simpel, gerakan investasi pasar modal dan sosialisasi P2P lending.

"Lalu juga asistensi dan pendampingan, yang meliputi pelatihan keterampilan dan pendampingan UMKM dan asistensi obligasi daerah," paparnya.

Belum lagi, pembuatan roadmap tahun 2021, TPKAD Kota Malang juga menyusun perencanaan tahun 2022- 2025. Di mana, di tahun 2022 mendatang, pihaknya bakal mendorong sektor ekonomi unggulan daerah dan penguatan ekosistem keuangan digital. Kemudian, pada tahun 2023, pengembangan industri halal dan ekosistem ekonomi syariah.

"Kemudian, di tahun 2024, pengembangan sektor ekonomi prioritas dan tahun 2025, penguatan ekonomi daerah," pungkasnya.

Topik
pemulihan ekonomiekonomi kota malangekonomi berbasis digitalDigitalisasiWalikota Malangberita kota malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru