Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Bersama JAPRI-PWD Latih Kemandirian Disabilitas

Apr 04, 2021 13:08
Suasana pelatihan kewirausahaan yang dilakukan oleh JAPRI-PWD di Aula Ex Kantor Dinas Sosial yang berlokasi di Jalan Raya Sulfat. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Suasana pelatihan kewirausahaan yang dilakukan oleh JAPRI-PWD di Aula Ex Kantor Dinas Sosial yang berlokasi di Jalan Raya Sulfat. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang mendukung kegiatan yang dilakukan oleh JAPRI-PWD (Jaring Pengusaha Mandiri-People With Disabilities). 

Kepala Bidang Replinjamsos (Rehabilitasi dan Perlindungan Jaminan Sosial) Dinsos P3AP2KB Kota Malang Titik Kristiani mengatakan pada tahun 2021 Dinsos-mendapatkan bantuan program pelatihan terhadap penyandang disabilitas dari USAID. Salah satunya melalui JAPRI-PWD. 

Titik menyebutkan peran Dinsos-P3AP2KB Kota Malang dalam mendukung terselenggaranya kegiatan pelatihan kewirausahaan berupa penyediaan pendamping, data peserta dan fasilitas tempat. 

"Kita dimintai pendamping dan peserta. Peserta dari data penyandang disabilitas itu, sebagian dari Dinsos-P3AP2KB. Dari data yang sudah tersedia, kemudian mereka mencari. Iya (sama tempat pelatihan, red). Data disabilitas kita sudah BNBA (By Name By Address). Jenis kedisabilitasannya itu di situ juga sudah ada," ungkapnya kepada MalangTIMES.com, Minggu (4/4/2021). 

Lanjut Titik bahwa pihaknya juga diminta untuk mengirimkan empat orang dari Dinsos-P3AP2KB Kota Malang untuk dilatih menjadi ToT (Training of Trainer). "Kelihatannya yang direkrut menjadi pendamping tidak hanya dari kita saja, tetapi dari beberapa organisasi juga direkrut menjadi pendamping," ujarnya. 

Selain itu, dikatakan Titik bahwa JAPRI-PWD juga menggandeng beberapa perguruan tinggi untuk membantu pelatihan para pendamping yang akan dipersiapkan untuk menjadi ToT. "JAPRI-PWD itu mereka menggandeng perguruan tinggi, perguruan tinggi yang melatih pendamping. Jadi nanti pendamping itu menjadi ToT (Trainer of Training). Pendamping inilah yang melatih para disabilitas itu tadi," terangnya. 

Sementara itu, Field Officer JAPRI-PWD Munawaroh mengatakan bahwa kegiatan pelatihan kewirausahaan terhadap penyandang disabilitas juga diselenggarakan dengan beberapa organisasi lainnya. 

Di antaranya IIE (The Power of International Education), Mien R. Uno Foundation, Prestasi Junior Indonesia, Kelompok Perempuan dan Sumber-Sumber Kehidupan dan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia. 

Sebelum melakukan kegiatan pelatihan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas, Munawaroh menuturkan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan jajaran OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait. 

"Kita sebelum kegiatan Jadi Pengusaha Mandiri-People With Disability kita koordinasi dulu dengan dinas terkait. Termasuk Bappeda dengan Dinsos-P3AP2KB untuk mensosialisasikan program JAPRI-PWD," ujarnya. 

Kegiatan pelatihan kewirausahaannya berupa pemberian bekal dasar berwirausaha kepada para penyandang disabilitas. "Kegiatannya para trainer mengajar peserta terkait entrepreneuer, bisnis model kanvas, dan usaha apa yang akan dilakukan oleh peserta. Dinsos-P3AP2KB memberi support, memberi motivasi dalam bentuk tempat, dalam bentuk sosialisasi di Bappeda," terangnya. 

Dalam pelatihan kewirausahaan diikuti 200 peserta yang dibagi dalam beberapa kelompok dan tahapan. "Jumlah peserta 200. Ini nanti dibagi per kelompok. Ada tahap satu, tahap dua. Ini yang pertama ada enam tahap. Nanti pendaftaran yang kedua ada beberapa tahap lagi nanti," katanya. 

Peserta penyandang disabilitas yang hadir pun dari beragam penyandang disabilitas seperti disabilitas fisik, disabilitas sensorik, disabilitas intelektual dan disabilitas jiwa.

Topik
Dinsos Kota Malangjapri pwddisabilitas kota malangtitik kristianimunawaroh

Berita Lainnya

Berita

Terbaru