Dosen Unikama Terpilih Jadi Salah Satu Reviewer Program Kreativitas Mahasiswa

Apr 04, 2021 08:32
Dr Andi Nu Graha SE MSi, dosen Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) yang terpilih menjadi salah satu reviewer. (Ist)
Dr Andi Nu Graha SE MSi, dosen Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) yang terpilih menjadi salah satu reviewer. (Ist)

MALANGTIMES - Dr Andi Nu Graha SE MSi, dosen Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), terpilih menjadi salah satu reviewer atau tim penilai PKM (Program Kreativitas Mahasiswa). Yang kian membanggakan, Andi terpilih sebagai reviewer melalui jalur undangan.

Terpilihnya Andi melalui jalaur undangan bukan tanpa sebab. Hal itu lantaran pada 2018, ia telah lulus training of trianer (TOT) PKM tahun 2018 dan menjadi reviewer pemula. Pengalaman itu kemudian membuat Andi kembali masuk nominasi untuk menjadi reviewer PKM tahun 2021.

Bersama 382 reviewer angkatan TOT PKM 2018, 2019, 2020, dan 200-an reviewer, Andi diseleksi lagi mengikuti pretest dan postest untuk disaring kembali masuk ke tahap berikutnya. Yaitu tahap persamaan persepsi penilai proposal PKM tahun 2021

"Alhamdulillah saya termasuk salah satu dosen terpilih hasil seleksi. Bersyukur bisa dipercaya lagi. Tentu kami bangga karena masih dipercaya kembali untuk menjadi tim penilai atau reviewer PKM tahun 2021," terang pria ramah ini.

Hasil seleksi dari bimtek PKM 2021 kemudian masuk tahapan pada persamaan persepsi penilai proposal PKM sebanyak 299 reviewer madya hasil TOT PKM angkatan 2018, 2019, 2020 dan peserta hasil TOT PKM 2021 sebanyak 140 reviewer pemula.

"Sehingga total hasil seleksi reviewer persamaan persepsi penilai PKM 2021 sebanyak 441 reviewer dosen pilihan seluruh Indonesia. Mulai tugas 5 April sampai akhir April sudah harus selesai," bebernya.

Untuk menjadi seorang reviewer memanglah tidak sembarangan. Terdapat beberapa persyaratan yang memang harus dipenuhi, sepert halnya harus lulus selesksi melalui TOT PKM yang diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbud.

Bukan hanya itu. Terdapat juga untuk persyaratan lainnya. Di antaranya mereka harus pernah sebagai dosen pendamping PKM atau dosen pembina PKM, memahami seluruh bidang atau jenis PKM, dosen suatu perguruan tinggi di Indonesia, lulus tes yang diadakan oleh pemberi dana PKM.

Juga mengikuti bimtek PKM yang diadakan oleh instansi pemberi dana PKM, mengikuti persamaan persepsi PKM yang diadakan oleh instansi pemberi dana PKM, memenuhi performa sebagai Plpenilai PKM, mentaati kode etik penilai PKM dan mendapat surat tugas dari instansi pemberi dana PKM.

"Kemudian diseleksi tadi. Ada dua prosesnya, lewat TOT (pretest dan lulus postest) dan bimtek (pretest dan lulus postest). Setiap perguruan tinggi hanya dapat mengusulkan dosen pendamping PKM sebagai calon penilai PKM sesuai dengan kuota yang ditentukan berdasarkan klaster perguruan tinggi peserta PKM," terangnya.

Lalu mengenai tugas seorang reviewer, dijelaskan Andi, adalah menilai dan mengevaluasi proposal PKM 2021 tahap  satu. Dilanjutkan mengevaluasi dan menilai proposal tahap dua serta melaksanakan Kegiatan Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM (PKP2).

"Jumlahnya ada 67.743 proposal PKM yang masuk dari mahasiswa seluruh Indonesia. Namun untuk setiap reviewer harus menilai berapa nanti tergantung dari sana. Namun yang jelas, seorang reviewer harus memahami berbagai materi mengenai PKM," terangnya.

Andi berharap kedepan bisa memberikan kontribusi i yang objektif sesuai dengan apa yang diketahui dan diyakini sebagai seorang pakar yang kompeten di bidang PKM. Pihaknya juga sedikit memberikan tips untuk mereka yang ingin lolos PKM dan mendapatkan pendanaan.

"Bagi dosen dan mahasiswa, jika proposal PKM ingin didanai, maka kuasai dulu setiap skema PKM yang ada di buku pedoman PKM tahun berjalan, taati setiap aturan yang berlaku dalam pedoman PKM tahun berjalan, kreatif dan inovatif, objektif, dan kooperatif," pungkasnya.

Topik
unikama malangDosen jadi reviewerProgram Kreativitas Mahasiswa

Berita Lainnya

Berita

Terbaru