Pemadam Kebakaran Kota Malang Selamatkan Puluhan Hewan

Apr 02, 2021 10:53
Petugas UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang usai melakukan penyelamatan hewan yakni ular, Selasa (16/3/2021). (Foto: UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang) 
Petugas UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang usai melakukan penyelamatan hewan yakni ular, Selasa (16/3/2021). (Foto: UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang) 

MALANGTIMES - Selain bertugas memadamkan api, UPT (Unit Pelaksana Teknis) Pemadaman Kebakaran Kota Malang juga melakukan penyelamatan hewan. Selama tiga bulan di awal tahun 2021, terdapat puluhan hewan berhasil diselamatkan.  

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang Muhammad Teguh Budi Wibowo mengatakan bahwa beberapa makhluk hidup yakni hewan yang telah diselamatkan di antaranya ular, tawon beserta sarangnya, kucing dan anjing. 

"Untuk yang penyelamatan bisa kucing, bisa ular. Ular juga sudah banyak sekali ya. Kalau yang dilihat dari data ini untuk penyelamatan ular sampai Bulan Maret 27 kali. Anjing satu kali, kucing 4 kali. Tawon masih 16 kali untuk penanganannya," ungkapnya kepada MalangTIMES.com, Jumat (2/4/2021). 

Pria yang akrab disapa Teguh ini menuturkan bahwa untuk penyelematan evakuasi ular lebih banyak dari pada hewan yang lain, karena pada Bulan November hingga Bulan Maret berdasarkan literatur yang dipelajari, merupakan musim menetasnya ular. 

Bedasarkan data yang dihimpun MalangTIMES.com, terdapat beberapa jenis ular yang dievakuasi yakni ular kopi sebanyak 10 kali, ular kobra 4 kali, ular piton 3 kali, ular sawah 2 kali, ular weling 1 kali, ular kadut 1 kali, ular tampar 1 kali dan 5 lainnya tidak diketahui jenisnya. 

Selain itu, pada periode tersebut ular yang memiliki sifat berdarah dingin akan mencari tempat atau sebuah lokasi kehangatan diluar habitatnya. 

"Ular itu sifatnya berdarah dingin, jadi dia mencari kehangatan diluar habitatnya. Itu bisa di plafon rumah, kemudian disekitar lingkungan rumah yang ada tumpukan kayu, atau bangunan tidak terpakai itu dijadikan sebagai tempat bermukimnya ular. Disitu disinyalir makanan yang tersedia," terangnya. 

Teguh menuturkan bahwa ular terkenal memiliki indera penciuman yang cukup tajam. Biasanya, selain mencari tempat kehangatan, ular akan mengikuti dimana tikus bersarang. 

"Berarti kalau mereka menuju tempat tersebut, berarti di tempat tersebut terdapat sarang tikus. Tikus, bisa juga ayam didukung cuaca yang sedang hujan," ujarnya. 

Selain ular, di urutan kedua hewan yang paling banyak dilakukan evakuasi yakni tawon beserta sarangnya berjumlah 16 kali penyelamatan. Teguh mengatakan bahwa tawon diklasifikasikan menjadi dua jenis yakni tawon cincin emas dan tawon cincin biasa. 

"Ada dua jenis tawon yang sangat berbahaya yaitu vespa avinis cincin emas dan cincin biasa. Yang lebih ganas itu cincin emas. Jadi di tawonnya ada seperti lilitan seperti emas itu yang jauh lebih ganas dari tawon ndas (vespa avinis, red) biasa," jelasnya. 

Lanjut Teguh, berdasarkan literatur yang ia pelajari, bahwa keganasan tawon cincin emas bisa membuat bengkak pada tubuh manusia yang disengat hingga  juga bisa sampai pingsan. 

Sedangkan untuk penanganannya sendiri para anggota UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang sedikit mengalami kesulitan jika lokasi sarang tawon berada diatas pohon. Hal itu dikarenakan harus menggunakan tangga khusus yang dapat mengevakuasi sarang towon diatas pohon. 

"Kalau lokasinya diatas pohon kita juga sedikit kesulitan harus menggunakan tangga. Kalau didalam rumah atau luar rumah masih mudah lah. Dominan di rumah. Biasanya di teras atau didalam plafon. Tapi jarang sekali. Yang sering itu di teras," jelasnya. 

Dalam melakukan evakuasi penyelamatan sarang tawon, Teguh menuturkan bahwa pihaknya memiliki cara tersendiri agar tawon tidak kembali lagi ke lokasi yang sama. 

"Kita kalau penanganan tawon, setelah sarang kita ambil, kita bersihkan kembali kadang di sabun dan di sikat, agar tawon tersebut tidak kembali lagi ke tempat itu. Itu teknik kami untuk menangani tawonnya," terangnya. 

Sementara itu, meskipun telah banyak melakukan penyelamatan terhadap beberapa jenis hewan tersebut, ditegaskan oleh Teguh bahwa petugas UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang memiliki tugas, pokok dan fungsi utama yang sudah ditetapkan. 

"Tugas utamanya adalah pencegahan, pengendalian, pemadaman kebakaran. Karena tuntutan dari masyarakat kami harus bisa mengatasi apapun kesulitan masyarakat," tegasnya.

Topik
pemadam kebakaran kota malangmuhammad teguh budi wibowopmk kota malangpmk selamatkan ular

Berita Lainnya

Berita

Terbaru