Polsek Pagak dan Polsek Ngajum Tak Bisa Lakukan Penyidikan, Ini Penjelasan Polres Malang

Apr 01, 2021 21:00
Wakapolres Malang Kompol Himawan Setiawan (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)
Wakapolres Malang Kompol Himawan Setiawan (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)


MALANGTIMES - Polsek Pagak dan Polsek Ngajum di wilayah Polres Malang resmi tidak bisa melakukan penyidikan. Kedua polsek itu hanya sebagai pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. 

Hal itu sesuai dengan Surat Keputusan (Skep) Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo Nomor 613/III/2021.

Wakapolres Malang Kompol Himawan Setiawan membenarkan bahwa hal tersebut sesuai dengan keputusan kapolri. “Polsek tidak menyediakan penyidikan ada dua. Yakni Polsek Pagak dan Polsek Ngajum sesuai kep kapolri,” kata dia, Kamis (1/4/2021).

Penunjukan dua polsek tersebut sudah melalui monitoring dan evaluasi (monev). Dalam hal ini, dari beberapa tahun, terlihat jumlah angka kriminalitas yang terjadi di wilayah tersebut tidak banyak. Sehingga, Markas Besar (Mabes) Polri mengeluarkan surat yang menjadi keputusan kapolri.

“Karena pertimbangan ada beberapa kajian, yakni jumlah laporan polisi selama sepuluh tahun yang distandardisasikan selama satu tahun tidak sampai 10 LP (laporan polisi) untuk tindak kriminalnya,” ungkap Himawan.

Sedikit membahas, Himawan mengaku bahwa Polsek Pagak karena wilayahnya memiliki pulau sendiri, yakni Pulau Sempu. Sementara jarak tempuh dari Polsek Pagak ke Polres Malang sekitar satu jam sehingga menjadi pertimbangan bagi Mabes Polri.

“Untuk Pagak, karena ada Pulau Sempu dan jaraknya cukup jauh. Jumlah angka kriminalnya terkait dengan kriminal konvensional cukup sedikit,” terang Himawan yang juga menyebut bahwa Polsek Ngajum pun memiliki LP sedikit setelah melalui monev.

Sebagai informasi, di wilayah Polda Jatim sendiri terdapat 209 polsek yang tidak bisa melakukan penyidikan terhadap tindak kriminalitas. Mereka berasal dari 30 polres/polresta/polrestabes.

 

Topik
Polres MalangKeputusan Kapolri

Berita Lainnya

Berita

Terbaru