Kreatifnya Pedagang Pasar Sawojajar, Tarik Perhatian Konsumen dengan Berpakaian Adat

Apr 01, 2021 16:13
Para pedagang Pasar Sawojajar yang berfoto bersama dengan mengenakan pakaian adat daerah (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Para pedagang Pasar Sawojajar yang berfoto bersama dengan mengenakan pakaian adat daerah (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kretivitas para pedagang Pasar Sawojajar  yang berada di bawah pengelolaan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, memang tak ada habisnya. 

Untuk menarik para konsumen berbelanja di Pasar Sawojajar, para pedagang terus melakukan inovasi-inovasi. Salah satunya terlihat seperti yang terlihat hari ini, Kamis (1/3/2021).

Untuk menarik perhatian para konsumen, para pedagang Pasar Sawojajar kompak untuk mengenakan pakaian adat yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Dari pantauan, nampak para pedagang begitu bersemangat mengenakan pakaian adat dan tak merasa risih meskipun harus berlama-lama mengenakan pakaian tersebut.

Kepala Pasar Sawojajar, Denok Lusiana, menjelaskan jika hal ini dilakukan untuk menarik para konsumen agar berbelanja ke Pasar Sawojajar. Sebab, seperti diketahui, jika selama masa pandemi ini, pasar sempat mengalami sepi pembeli.

Hal itu tak pelak berimbas pada pendapatan para pedagang yang menurun drastis. Terlebih lagi dagangan yang dijual pada pedagang, khususnya sayur maupun kuliner terpaksa harus dijual dengan harga, bahkan sebagain ada yang dibuang lantaran sudah tak layak konsumsi.

"Makanya dengan upaya-upaya kreatif dari para pedagang ini, kami harapkan bisa membuat Pasar Sawojajar semakin banyak konsumen yang berbelanja di sini. Di sisi lain ini juga sebagai rangkaian memperingati ulang tahun Kota Malang," bebernya.

Sebelumnya, para pedagang Pasar Sawojajar juga telah membuat sebuah krativitas dengan mengadakan senam rutin setiap hari Jumat. Hal itu disebut selain juga untuk menarik para konsumen, juga sebagai sarana menjaga kesehatan para pedagang.

Selain itu, upaya lainnya, para pedagang juga diharuskan untuk mengikuti program Sekolah Pasar Pedagang Cerdas (Sepasar Pedas). Hal ini tentu untuk mengubah mindset para pedagang, bahwa meskipun pasar tradisional, pelayanan yang diberikan haruslah sempurna dan tak ala kadarnya.

Sarana prasarana pasar sendiri juga terus dilengkapi oleh pemerintah. Sehingga, hal itu juga menjadi salah satu unsur pendukung untuk menarik konsumen berbelanja di Pasar Sawojajar.

"Tentunya kami dari pengelola pasar terus mendorong para pedagang agar kreatif dan selalu memberikan pelayanan maksimal kepada konsumen. Pelayanan harus ramah dan baik. Kalau begitu kan konsumen merasa nyaman akhirnya belanja lagi di sini," terangnya.

Sementara itu, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) 107 Kota Malang, para pedagang dan juga pengelola pasar menyampaikan harapan untuk Kota Malang agar semakin berkembang maju.

"Saya juga mengucapkan terimakasih karena pasar ini telah diperhatikan, di lantai atas terus dibangun untuk perkembangan pasar yang rencananya akan dijadikan sebagai kuliner malam. Namun yang jelas kami harapkan  pemerintah Kota Malang terus memperhatikan para pedagang," pungkasnya.

 

Topik
HUT Kota Malangpasar Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru