Mahasiswa Universitas Kanjuruhan Berhasil Raih Medali di Kejuaraan Tarung Bebas Nasional

Apr 01, 2021 13:00
Dua mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang Basilius Yanuarius (kiri) dan Hildebertus Rua, peraih medali perak Kejuaraan Tarung Tradisi Indonesia 2021
Dua mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang Basilius Yanuarius (kiri) dan Hildebertus Rua, peraih medali perak Kejuaraan Tarung Tradisi Indonesia 2021

MALANGTIMES -  Dua mahasiswa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang berhasil mengharumkan nama kampus serta Kota Malang dalam bidang seni bela diri atau martial arts.

Keduanya, Hildebertus Rua, mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris dan Basilius Yanuarius, mahasiswa Program Studi Geografi dari Universitas Kanjuruhan Malang berhasil meraih medali emas dan medali perak dalam Kejuaraan Tarung Tradisi Indonesia 2021 yang diadakan di Gelanggang Sasana Jepara, Jepara, Jawa Tengah (27/03/2021).

Gelaran ini merupakan kejuaraan tarung bebas tingkat nasional yang diadakan oleh pihak Asta Jepara pada 27 Maret lalu. Dalam seleksi kali ini mempertarungkan 52 partai yang diikuti oleh puluhan petarung dari 12 provinsi di seluruh Indonesia.

Dua nahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang peraih medali di kejuaraan seni bela diri tarung bebas ini, Hildebertus Rua (21) dan Basilius Yanuarius (22) merupakan petarung yang mengkombinasikan tiga seni bela diri antara lain taekwondo, kickboxing, dan hapkiboxing.

Hildebertus atau yang lebih akrab disapa Andreas mengaku bahwa persiapannya dalam mengikuti perlombaan ini cukup keras. Selain melakukan latihan rutin di kampus, Andreas dan Basilius melakukan rangkaian latihan di Camp Hapkido Boxer Kota Malang.

Andreas mengaku seni bela diri yang pada awalnya ditekuni adalah taekwondo yang memfokuskan kaki sebagai penyerangan dan tangan untuk menangkis. Baru setelah itu ia mempelajari teknik lain seperti kickboxing dan hapkiboxing.

Sebelumnya, Andreas pernah memenangkan beberapa kejuaraan antara lain taekwondo dan kickboxing. Namun, mengikuti dan hingga meraih medali di kejuaraan tarung tradisional merupakan pengalaman pertama baginya. Kedepannya, Andreas berharap mendapatkan dukungan lebih besar lagi dari pihak kampus dan sponsor agar bisa terus menggeluti dunia tarung bebas dan agar tetap terus bisa menyumbangkan prestasi.

Topik
Mahasiswi UnikamaUniversitas Kanjuruhankejuaraan tarung tradisi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru