Angka Putus Kuliah Tinggi, Rektor Untag 45 Banyuwangi Minta Program Banyuwangi Cerdas Diperluas

Mar 31, 2021 19:57
Andang Subahariyanto, Rektor Untag 45 Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim Times
Andang Subahariyanto, Rektor Untag 45 Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim Times

BANYUWANGITIMES- Dalam upaya mengurangi angka putus kuliah di Banyuwangi, Rektor Untag 45 Banyuwangi Andang Subahariyanto menaruh harapan besar program beasiswa Banyuwangi Cerdas dilanjutkan dan diperluas cakupannya. Dengan demikian, bisa mengurangi angka putus kuliah di Banyuwangi.

Andang berharap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, melanjutkan dan memperluas cakupan program beasiswa Banyuwangi Cerdas yang dilaksanakan oleh bupati sebelumnya.

Menurut Andang, jumlah mahasiswa yang mengalami putus kuliah di Banyuwangi, khususnya di Untag 45 Banyuwangi cukup tinggi yaitu sekitar 10 persen dari total 3.000 mahasiswa yang ada.

Ditemui di ruang kerjanya Rabu (31/03/2021)  Alumni Fakultas Sastra Universitas Jember itu menuturkan program Banyuwangi Cerdas dalam masa kepemimpinan bupati Abdullah Azwar Anas diberikan kepada hanya kepada mahasiswa Banyuwangi yang menempuh kuliah di perguruan tinggi di kabupaten/kota yang lain.

”Akan lebih bijak dan memenuhi rasa keadilan apabila bupati Banyuwangi saat ini juga memberikan alokasi bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan tinggi di wilayah Banyuwangi yang jumlahnya lumayan banyak,” ujar ayah tiga anak tersebut.

Menurut penyandang Master Hukum itu ada multy player effect apabila program Banyuwangi Cerdas juga diberikan untuk mahasiswa yang di Banyuwangi, antara lain; dana yang diberikan tetap beredar dan dibelanjakan di Banyuwangi dan akan dinikmati masyarakat dalam bentuk yang beragam. Secara tidak langsung mendorong pertumbuhan ekonomi di kota ujung timur Pulau Jawa ini.

Kemudian akan lebih menumbuhkan motivasi dan spirit mahasiswa untuk lebih disiplin dan serius dalam menekuni kuliah. “Karena ada aturan main yang memaksa mereka untuk memenuhi target yang ditetapkan dalam aturan main agar tetap mendapatkan beasiswa tersebut,” imbuhnya.

“Kami sedih apabila mendengar laporan ada laporan mahasiswa yang putus kuliah gara-gara kesulitan ekonomi. Dengan adanya program beasiswa tersebut tentunya akan mengurangi angka putus kuliah mahasiswa di Banyuwangi. Selain itu dengan program beasiswa menjadi stimulus dan motivator bagi lulusan SMA/SMK yang awalnya tidak ingin melanjutkan pendidikan tinggi menjadi tertarik untuk kuliah,” pungkas Andang.

Topik
Berita Banyuwangibanyuwangi cerdasrektor untag 45 banyuwangiandang subahariyantoIpuk Fiestiandani

Berita Lainnya

Berita

Terbaru