Langganan Juara, Dini Novita Sari Optimistis Jadi Duta Informasi Kabupaten Malang

Mar 31, 2021 19:09
10 besar finalis Duta Informasi 2021 Diskominfo Kabupaten Malang Dini Novita Sari. (Foto: Istimewa)
10 besar finalis Duta Informasi 2021 Diskominfo Kabupaten Malang Dini Novita Sari. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES- Ajang pencarian Duta Informasi 2021 yang diadakan oleh Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Malang cukup membuat pelajar satu ini, Dini Novita Sari tertantang. Siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Tumpang ini pun mendaftar dengan penuh kepercayaan diri berbekal segudang pengalaman dan prestasi baik yang diperoleh dari bidang akademik maupun non akademik.

Hasilnya tidak mengecewakan. Pelajar asal Kecamatan Tumpang, Kabupaten ini berhasil menyingkirkan 90 persen peserta yang mengikuti ajang Duta Informasi 2021.

”Kalau tidak salah yang mendaftarkan diri ada 100 peserta, dan saat ini saya lolos sebagai semifinalis 10 besar Duta Informasi 2021,” ucapnya kepada MalangTIMES.com.

Diceritakan Dini, pada awal Maret 2021 lalu, pelajar yang memiliki hobi bernyanyi ini berminat mendaftar sebagai Duta Informasi 2021. Dia mendaftar setelah mendapatkan informasi pendaftaran melalui akun instagram Diskominfo Kabupaten Malang.

”Pendaftaran terakhir tanggal 13 Maret (2021), sedangkan saya tahunya informasi mepet. Sekitar kurang 4 atau 5 hari menjelang penutupan pendaftaran,” jelas pelajar kelahiran Malang 13 Desember 2004 ini.

Setelah mengisi form pendaftaran melalui link yang telah disediakan, remaja yang akrab disapa Dini ini bergegas membuat video vlog sebagai syarat pendaftaran selanjutnya, demi mengikuti ajang bergengsi yang baru diadakan pertama kali di Indonesia tersebut.

”Tahap selanjutnya setelah mengisi link pendaftaran itu adalah membuat video vlog berdurasi 1 menit, isinya tentang potensi yang ada di Kabupaten Malang. Video vlog tersebut harus diunggah melalui media sosial (medsos) pribadi baik itu instagram, facebook, hingga youtube,” jelas pelajar SMA yang masuk jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ini.

Pada saat itu, anak pertama dari dua bersaudara ini memilih menceritakan potensi kebudayaan yang ada di Kabupaten Malang. Yakni soal Candi Jago yang ada di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

”Kebetulan rumah saya dekat dengan Candi Jago, jadi saya angkat sebagai objek utama dalam video vlog. Saat itu saya menggunakan kamera DSLR untuk membuat vlog,” ulasnya.

Setelah memilih objek dalam membuat vlog, Dini langsung bergegas mencari sejarah soal Candi Jago di internet. Tidak berhenti disitu, Dini juga bertemu langsung dengan juru kunci Candi Jago, untuk mengonfirmasi soal informasi yang diperolehnya dari Google tersebut.

”Saat itu saya membuat video vlog secara spontan, jadi hanya hafalan, soalnya tidak boleh baca teks. Tapi tidak terlalu kesusahan meski durasinya singkat, dan alhamdulillah saya lolos ketahapan selanjutnya,” paparnya.

Dalam tahap seleksi selanjutnya tersebut, dijelaskan Dini, hanya terpilih 20 peserta terbaik yang berhak mengikuti seleksi selanjutnya. Yakni tes presentasi dan wawancara secara daring, pada 19 Maret 2021 lalu.

”Pada 20 besar itu, terdiri dari 10 peserta perempuan dan 10 laki-laki. Sedangkan yang saya presentasikan ketika itu adalah soal pengertian dan cara membedakan berita hoax, serta cara menjadikan Kabupaten Malang lebih informatif, inovatif, dan kreatif,” jelasnya.

Beruntung, materi yang disampaikan tersebut tidak jauh berbeda dengan pertanyaan yang diajukan panitia saya tahap wawancara. ”Ketika tes wawancara saya ditanya mengenai berita hoax dan cara membedakan berita itu hoax atau tidak. Kemudian saya juga ditanya jika saya terpilih sebagai Duta Informasi 2021, bagaimana cara memyebarkan dan informasi apa yang akan dipublikasi. Sedangkan pertanyaan terakhir, saya ditanya siapa Bupati Malang,” imbuhnya.

Mendapat pertanyaan tersebut, Dini menjawab jika salah satu cara untuk membedakan apakah informasi itu hoax atau tidak, adalah dengan cara mencari literasi yang juga bisa didapatkan dari internet.

Sedangkan untuk menyebarkan informasi, Dini mengaku bakal memanfaatkan perkembangan teknologi. Salah satunya melalui medsos. ”Kemudian kalau yang pertanyaan terakhir soal siapa Bupati Malang, saya jawab Sanusi,” celetuknya.

Berkat jawaban saat tes wawancara tersebut, membuat Dini dinyatakan berhak untuk lolos pada tahap selanjutnya. Yakni 10 besar finalis Duta Informasi 2021. ”Mulai Senin (29/3/2021) kemarin ke-10 finalis mendapatkan pembekalan. Setelah itu kabarnya akan ada tes unjuk bakat sebelum akhirnya grand final untuk diambil 3 besar,” terangnya.

Putri dari pasangan Anita Indria Aida dan M Mustakim ini berharap, dirinya bisa terpilih dalam ajang Duta Informasi 2021. Jika memang dipercaya untuk mengemban amanah tersebut, Dini mengaku sudah mempersiapkam visi, misi dan program khusus untuk meningkatkan perkembangan informasi di Kabupaten Malang.

”Semoga saya diberi kemenangan dan kesuksesan, dan semoga saya bisa memberikan yang terbaik kepada semua orang, dan Pemkab Malang khususnya saat menjadi Duta Informasi 2021,” ujarnya.

Dini menceritakan, jika hal yang mendasari dirinya berkeinginan untuk mengikuti ajang Duta Informasi yang diadakan Diskominfo Kabupaten Malang ini, lantaran sebelumnya sudah aktif berorganisasi.

”Kebetulan saya waktu SMP dulu aktif berorganisasi di salah satu organisasi di Kabupaten Malang. Namanya Laskar Anak, saya juga sempat menjadi Duta Anak di Kabupaten Malang. Saya masih ingin terus belajar, misalnya memang terpilih menjadi Duta Informasi, ini bisa jadi poin plus bagi saya,” ujar alumnus Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Poncokusumo ini.

Selain aktif berorganisasi di luar sekolah, saat ini sosok pengusaha fruit shop ini juga aktif berorganisasi di sekolah. Yakni mulai dari menjadi sekertaris osis SMPN 1 Poncokusumo tahun 2018, Wakil ketua OSIS SMPN 1 Poncokusumo tahun 2019, dan saat ini menjadi anggota Osis SMAN 1 TUMPANG.

Sedangkan organisasi diluar sekolah yang diikuti Dini sampai dengan saat ini, salah satunya adalah Laskar Anak Kabupaten Malang. ”Saya sempat diamanahi sebagai ketua Laskar Anak di Kecamatan Poncokusumo,” ulasnya.

Meski gemar berorganisasi, Dini juga tidak pernah melupakan kewajibannya sebagai seorang pelajar. Terbukti, saat masih duduk di bangku SMP, dirinya selalu menjadi juara 1 paralel di sekolahnya.

”Alhamdulillah saya dari dulu juara 1 paralel, jadi yang terbaik di angkatan sejak SMP. Kebetulan di SMA juga masih jadi juara di kelas,” imbuhnya.

Di bidang akademik maupun kegiatan di sekolah, Dini memang bisa dikatakan top cer. Soalnya, dirinya juga pernah mengikuti perlombaan dan sempat menjadi yang terbaik.

Lomba yang pernah dia ikuti tersebut meliputi lomba try out se-Malang Raya, Giat Prestasi Kabupaten Malang, Jambore Ranting 2019, Jambore Daerah tingkat provinsi, hingga lomba pramuka di SMKN 2 Malang. Bahkan, saat ini Dini juga sudah diresmikan menjadi pramuka garuda penggalang.

Sekedar informasi, dijelaskan Dini, pramuka garuda tersebut ialah tingkatan tertinggi di penggalang. ”Kalau prestasi di bidang akademik kebetulan dulu pernah ikut lomba try out se-Malang Raya dan masuk final jadi juara,” ujar alumni SD Negeri Belung 1 ini.

Topik
duta informasiduta informasi Kabupaten Malangduta informasi 2021Diskominfo Kabupaten Malangdini novita sarisman 1 tumpang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru