Masker Sekali Pakai Bahaya Jika Langsung Dibuang, Ini Pesan DLH Kota Malang

Mar 31, 2021 16:52
Masker medis yang dibuang langsung (foto: istimewa)
Masker medis yang dibuang langsung (foto: istimewa)

MALANGTIMES - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang tak hentinya memberikan edukasi terhadap masyarakat terkait ketertiban membuang sampah medis terutama masker. 

Hal itu tak lain untuk menghindari pencemaran lingkungan dan juga penularan Covid-19.

Covid-19 yang belum usai di dunia bahkan di Indonesia membuat pemerintah melakukan beberapa langkah untuk memutus penularannya. Salah satunya melalui limbah medis terutama masker yang saat ini menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan DLH Kota Malang Heri Sunarko mengatakan, bahwa salah satu aturan menyebutkan limbah medis terutama masker. Apalagi masker medis yang sekali pakai, itu dilarang untuk dibuang di tempat sampah.

“Apalagi itu yang dihasilkan dari orang yang terinfeksi covid-19. Karena kan kita tidak tahu juga (siapa yang memakai masker, red),” kata Heri kepada media ini, Rabu (31/3/2021).

Seharusnya, lanjut Heri, limbah medis bisa disendirikan atau langsung dimusnahkan. Dalam hal ini pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuang masker di TPS atau TPA.

“Kami masih menemukan beberapa orang yang membuang masker sembarangan. Ini perlu edukasi kepada masyarakat. Kita harus mulai dari sumber sampah yang tak lain dari masyarakat,” ungkap Heri.

Tak hanya memberikan imbauan, Heri juga memiliki saran agar masyarakat bisa memusnahkan masker yang telah dipakai. Hal itu untuk ikut membantu memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Saran kami yang baik itu dibakar. Jadi paling sederhana itu digunting kecil lalu disulut, kan habis. Jangan sekadar utuh lalu dibuang ke tempat sampah,” tutur Heri.

Masih kata Heri, masker jika dibuang ke tempat sampah hingga masuk ke TPS atau TPA membutuhkan waktu yang lama untuk terurai. Sehingga ia khawatir jika ada pencemaran lingkungan yang diakibatkan dari pembuangan sampah medis.

“Masker itu butuh waktu untuk terurai, butuh proses lama, seperti kertas kan itu. 10 tahun baru bisa hancur. Jadi kami berharap masyarakat bisa bijak ketika membuang sampah,” pungkasnya.

 

Topik
DLH Kota Malangmasker sekali pakaibahaya maskercara buang masker sekali pakaiberita kota malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru