Pahami Nyawa UU Cipta Kerja, Disnaker-PMPTSP Kota Malang Sasar Pengusaha hingga Serikat Pekerja

Mar 30, 2021 11:13
Suasana sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Omnibus Law) Klaster Ketenagakerjaan Disnaker-PMPTSP Kota Malang, Selasa (30/3/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Suasana sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Omnibus Law) Klaster Ketenagakerjaan Disnaker-PMPTSP Kota Malang, Selasa (30/3/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Komitemen pemerintah guna mengajak stakeholder terkait dalam memahami aturan dunia kerja terus digencarkan. Salah satunya dengan terus melakukan sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Omnibus Law) Klaster Ketenagakerjaan kepada para pemangku kepentingan.

Hal ini pula yang kemudian dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Melalui Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang, sebanyak 50 peserta dari pengusaha, serikat kerja, serikat buruh dan stakeholder lainnya secara khusus digeber sosialisasi mengenai aturan tersebut, di Atria Hotel, Selasa (30/3/2021).

Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang Erik Setyo Santoso mengungkapkan, melalui sosialisasi UU Cipta Kerja khususnya klaster ketenagakerjaan tersebut merupakan iktikad pemerintah guna membuka lowongan pekerjaan yang lebih luas. "Undang-undang ini pastinya hal yang baru, di sini nanti harapannya bisa menjadi daya ungkit pada aspek ekonomi dan sosial," ujarnya.

Erik menambahkan, UU Cipta Kerja ini juga sebagai bentuk upaya pemerintah untuk mendongkrak investasi. Di mana masing-masing daerah juga menerapkan hal itu. Sehingga ke depan bisa diimplikasikan pada terciptanya lapangan kerja.

Nah, aturan-aturan yang ada dalam UU Cipta Kerja inilah, dikatakan Erik, perlu diketahui semua pihak. Khususnya, pelaku usaha di Kota Malang. "Agar semua pemangku kepentingan dapat memahami dan belajar dari kebijakan pemerontah pusat ini. Dengan begitu, mewujudkan Kota Malang semakin berkembang," imbuhnya.

Lebih jauh, Erik berharap melalui sosialisasi tersebut, tak hanya berdampak baik bagi pengusaha, melainkan para pelaku proses produksi dapat semakin paham dengan ketentuan-ketentuan ketenagakerjaan yang diberlakukan dalam UU Cipta Kerja ini.

Sehingga, tidak ada lagi pihak-pihak yang bakal dirugikan dalam melakukan proses beggining position antar pelaku proses produsi. "Kemudian di sini jadi tercipta lapangan kerja dan pengusaha dengan baik," tandasnya.

Topik
Disnaker PMPTSPKota MalangErik Setyo Santosocipta kerjasosialisasi uu ciptakerBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru