Didorong Banyak Pihak, Prof Abdul Haris Kembali Maju dalam Pemilihan Rektor UIN Malang

Mar 29, 2021 20:30
Rektor UIN Maliki Malang, Prof Abdul Haris yang kembali maju dalam kontesisasi Pilrek UIN Malang periode 2021-2025 (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Rektor UIN Maliki Malang, Prof Abdul Haris yang kembali maju dalam kontesisasi Pilrek UIN Malang periode 2021-2025 (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemilihan Rektor (Pilrek) periode 2021-2025 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang telah dimulai. Saat ini tahapan telah masuk masa penjaringan dan pendaftaran bakal calon rektor. Terdapat tiga Guru Besar yang kini telah menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon rektor. Salah satunya adalah Prof Abdul Haris.

Ditemui di ruangannya, Prof Haris menyatakakn jika dirinya maju kembali mendaftarkan diri sebagai rektor UIN Maliki Malang, lantaran dukungan berbagai pihak. "Ya karena teman-teman (baik dosen maupun pegawai) meminta saya untuk berpartisipasi dan menghendaki seperti itu (maju dalam pemilihan rektor)," terangnya kepada MalangTIMES, Senin (29/3/2021).

Dukungan itu lantaran kepemimpinan Prof Abdul Haris selama ini banyak memperhatikan pengembangan sumberdaya manusia maupun kesejahteraan di UIN Maliki Malang, sehingga bisa semakin berkembang. Dan salah satunya yang mencolok adalah banyaknya para dosen yang meraih guru besar pada masa kepemimpinannya.

"Termasuk juga dukungan dari organisasi mengalir saja. Karena saya kan juga mantan Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Malang tahun 1988. Kemudian mantan ketua umum senat umum mahasiswa. Sehingga mungkin saya dipandang aktivis," jelasnya.

Ke depannya, ia mempunyai misi untuk lebih mengembangkan UIN Maliki Malang menjadi sebuah perguruan tinggi kelas dunia. Rencana Induk Pengembangan (RIP) dan juga Rencana Strategis (Renstra) menjadi pedomannya.

RIP maupun Renstra yang ada, tak akan hanya dilanjutkan oleh Prof Abdul Haris. Lebih dari itu, pihaknya ingin berupaya semaksimal mungkin untuk mencapai target dengan baik bahkan akan berupaya untuk melampaui RIP maupun Renstra yang ada.

"Renstra itu 2021-2025, kalau RIP itu 2021-2045, jadi ini sebagai pedoman. Tap akan jauh lebih bagus kalau kita bisa melampaui Renstra dan RIP itu. Katakanlah bila target guru besar dalam Renstra per tahun 5 itu kemudian ditingkatkan lagi menjadi 10. Cara kerja saya seperti itu, pedoman itu harus dilampaui, bukan hanya dicapai," jelasnya.

Lanjut Haris, jika muaranya dari penerapan pedoman-pedoman adalah, UIN Maliki Malang menjadi smart islamic university maupun world class university yang benar-benar diakui di mata dunia. Namun tak berhenti disitu, kendati telah tercapai, tentu penyempurnaan penyempurnaan tetap akan terus dilakukan lagi guna semakin mewujudkan pelayanan prima terhadap pengguna jasa UIN Maliki Malang.

"Kita sudah meletakkan UIN Malang menjadi salah satu perguruan tinggi Smart Islamic University. Ini ditandai dengan kecepatan pelayanan yang menggunakan teknologi informasi yang berimbas pada berbagai sisi pelayanan yang meningkat. Saat ini para dosen maupun pegawai, juga diharuskan mengikuti irama pelayanan yang cepat dan tepat kepada berbagai pihak, baik mahasiswa maupun stakeholder lainnya," terangnya.

Untuk itu, dilanjutkan Haris, perlu penyiapan sumberdaya manusia berkualitas dan mumpuni secara serius guna mewujudkan World Class University maupun Smart Islamic University. Upayanya tentu, mendorong sumberdaya manusia untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

"Tapi lebih dari itu, mereka harus didorong untuk sekuat-kuatnya sampai mencapai Guru Besar. Sehingga nantinya minimal di setiap prodi itu ada satu guru besar," pungkasnya.

Topik
Prof Abdul HarisRektor UIN MalangWorld Class UniversitySmart Islamic University

Berita Lainnya

Berita

Terbaru